• KANAL BERITA

100 Pemuda di Jateng Dilatih Membatik

Jaga Kelestarian Batik di Era Milineal

BERLATIH MEMBATIK: Pemuda dari berbagai daerah di Jateng, berlatih membatik dalam pelatihan yang yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng bekerja sama dengan Prodi Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal) di kampus setempat. (suaramerdeka.com / Kuswandi)
BERLATIH MEMBATIK: Pemuda dari berbagai daerah di Jateng, berlatih membatik dalam pelatihan yang yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng bekerja sama dengan Prodi Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal) di kampus setempat. (suaramerdeka.com / Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 100 pemuda dari berbagai daerah di Jateng, dilatih membatik yang dipusatkan di Galeri Prodik Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal), Selasa (20/8)-Kamis (22/8).

Pelatihan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata tersebut, dalam rangka memberikan ketrampilan bagi generasi milineal, yang tergabung dalam kelompok wirausaha muda di Jateng. Dalam pelaksanannya, mereka dilatih secara langsung cara pembuatan batik, baik dari bahan kain-nya, pewarnaan, maupun cara  mencanting  itu sendiri.

Menurut Bono Listiyanto, Kasi Pengembangan Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng, melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan dibidang kewirausahaan, terumana di bidang batik. Hal itu sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan membatik. "Mereka itu terdiri dari kelompok-kelompok wirausaha, dari lima belas daerah di Jateng, dimana masing-masing daerah mengirimkan lima pemuda," terang Bono.

Pihaknya berharap, melalui pelatihan kluster batik dimaksud, disamping pengetahuan membatik bertambah, juga lahir jiwa kewirausahaan untuk bisa menjadi pengusaha batik. Dalam pelaksanannya, kata dia, bekerjasama dengan Prodi Teknologi Batik Unikal, sebagai instruktur pelatihan.

Sementara, Kepala Prodi Teknologi Batik Unikal, Muhtadin menambahkan, pelatihan ini merupakan bentuk kerjasama dengan Pemprov Jateng. Dikatakan, karena mayoritas pesertanya para pemuda, disamping dikenalkan batik-batik tradisional, disinggung pula terkait batik kontemporer yang diminati oleh para pemuda.

Termasuk, bicara motif sesuai dengan jiwa mereka, dan desain-desain dengan sentuhan milineal. Disamping itu, materi lainnya, bagaimana cara marketing batik kekinian. "Kami sentuh pula, pembuatan desain berbasis  android . Di mana, melalui ponsel diaplikasikan dengan desain-desain kekinian," terang Muhtadin.

Pihaknya berharap, setelah adanya pelatihan, adanya sebuah komunitas yang bisa dijadikan pelestari batik, khususnya di Jateng. Bahkan, pihaknya siap mendampingi, hingga mereka betul-betul mampu terjun ke dunia batik, utamanya bagaimana batik milineal. "Bagaimana, mampu menciptakan desain sesuai eranya," pungkasnya.


(Kuswandi/CN26/SM Network)