• KANAL BERITA

Tepat, Turunnya BI Rate 25 Bps

Ryan Kiryanto. (suaramerdeka.com / dok)
Ryan Kiryanto. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Kamis (22/8), memutuskan menurunkan suku bunga acuan atau BI7DRRR, sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen seperti yang diperkirakan sebagian ekonom dan analis.

Kepala Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto berpendapat tidak semua ekonom dan analis memperkirakan bunga acuan akan turun dan mereka cenderung memberikan rekomendasi agar BI menahan bunga acuan tetap 5,75 persen.

"Tapi pilihan RDG BI untuk menurunkan BI rate 25, juga Deposit rate dan Lending rate masing-masing sebesar 25 bps merupakan langkah strategis dan taktis dengan timing atau pilihan waktu yang tepat. Ini sesuai dengan semangat BI untuk selalu berusaha pre-emptive actions atau ahead the market," kata dia.

Jadi, lanjutnya, pertimbangan RDG BI menurunkan BI rate hanya 25 bps karena ekspektasi inflasi yg rendah berkisar 3,3 persen, posisi yield surat utang domestik yg masih kompetitif atau atraktif;  dan perlunya kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi melalui jalur perbankan, dinilai wajar dan dapat diterima dengan baik oleh pelaku pasar.

Langkah BI tersebut diyakini Ryan akan berdampak positif bagi sektor keuangan perbankan dan sektor riil sehingga mampu menjadi stimulan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di atas lima persen tahun ini.

"Sinyal yang diberikan BI adalah ke depan semua pihak harus terus mewaspadai perkembangan ekonomi global yang terindikasi melambat sehingga BI merasa perlu menjaga ketahanan atau resiliensi ekonomi domestik melalui penetapan suku bunga acuan yang akomodatif (dovish)," kata dia.

Masyarakat diminta Ryan tinggal tunggu hadirnya kebijakan fiskal yang juga akomodatif melalui serapan anggaran yang lebih agresif untuk menguatkan kebijakan moneter BI yang sudah akomodatif sejauh ini.


(Wahyu Atmadji/CN26/SM Network)