• KANAL BERITA

Polres Batang Berhasil Amankan 20 Tersangka Kasus Narkoba

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, didampingi Kabag Ops Kompol Puji Irianto, Kasatres Narkoba, AKP Edi Sutrisno, Kasat Binmas AKP Ahmad Al Munasifi, dan Kasat Lantas AKP Fredi Kastalani, saat menunjukkan barang bukti (BB) narkoba.(Foto suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, didampingi Kabag Ops Kompol Puji Irianto, Kasatres Narkoba, AKP Edi Sutrisno, Kasat Binmas AKP Ahmad Al Munasifi, dan Kasat Lantas AKP Fredi Kastalani, saat menunjukkan barang bukti (BB) narkoba.(Foto suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG,suaramerdeka.com - Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga mengatakan, dalam Operasi Antik Candi 2019 yang digelar dari tanggal 1 hingga 20 Agustus, pihaknya berhasil menangkap 20 tersangka narkoba dengan total 7 kasus. 

"Jajaran satuan reserse narkoba Polres Batang telah mengamankan dan mengungkap 7 kasus. Di antaranya 3 target operasi dan 4 non target operasi, dengan total 20 orang tersangka. Salah satu tersangka terdapat perempuan yang kita titipkan di Lapas Rowobelang," kata AKBP Edi S Sinulingga dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (22/8).

Ia mengungkapkan, para tersangka yang berhasil diamankan adalah, Febrian Yogi, Endrawan Punta Adi, Nurseta Mustafa, Sigit Saputra, Galih Afriant, Fitri Adriana, Fuad, Hikamtin Issaputra dan Andika Riski.

Selain itu juga Teguh Prakoso, Ibrohim, Nico Teguh, Tarwanto, Irwanto, Riski Hariyuwono, Bambang Kari Saputra, Slamet Hendi, Nunung Dwi, Tohiron, dan Muzakkil.

"Dari hasil penangkapan, Polres Batang berhasil menyita barang bukti berupa sabu seberat 12,25 gram, Ganja 3,93 gram, Ekstasi 6,5 butir, dan pil 3,777 butir," kata AKBP Edi.

Ia menjelaskan, sebanyak 18 tersangka perantara dan pengguna narkotika dikenakan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sisanya untuk 2 pengguna dan pengedar obat terlarang, yakni Andika Riski dan Tarwanto dikenakan Pasal 196 dan 197 UU Nomor 36 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Kemudian kita aktif juga monitoring di lapangan agar dapat menangkap pelaku baik pengedar maupun pemakai," tegasnya.

Menyinggung Batang sebagai wilayah sasaran peredaran narkoba, Kapolres berkomitmen untuk memberantasnya, karena dalam menangani kasus narkotika, pihaknya selalu jemput bola untuk melakukan penyelidikan.

"Kemudian kita aktif juga monitoring di lapangan agar dapat menangkap pelaku baik pengedar maupun pemakai," tegas Kapolres. 

 


(Kasirin Umar/CN19/SM Network)