• KANAL BERITA

Demi Satu Tabung Gas Rela Menunggu Berjam-jam

Warga mengantri membeli gas melon (LPG) berukuran 3 kg dengan harga Rp.15.500,-/tabung. (Foto suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Warga mengantri membeli gas melon (LPG) berukuran 3 kg dengan harga Rp.15.500,-/tabung. (Foto suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com - Puluhan orang setiap hari menunggu truk Pertamina bermuatan LPG kemasan 3 kg. Mereka menungu di pangkalan LPG 3 kg “Gilba Mart” yang berlokasi di jalan Pemuda, Kadilangu, Kauman, Batang.

Dengan sabar mereka menunggu selama berjam-jam demi bisa mendapatkan gas melon, demikian mereka biasa menyebutnya, dengan harga murah.

“Saya ngantri sejak pagi, untuk memperoleh satu tabung gas melon seharga Rp.15.500. Kalau beli di luar pangkalan, harganya mahal, bisa mencapai Rp.20.000,-/ tabung. Apa lagi kalo gas sedang langka, harganya bisa lebih mahal lagi,” kata Mu’inah, warga Kadilangu, Batang, kepada suaramerdeka.com, saat menunggu datangnya truk Pertamina, pengangkut gas dengan tabung berwarna hijau melon ukuran 3 kg itu, Kamis (22/8).

Menurut Adi, karyawan pangkalan Gilba Mart, menambahkan, truk Pertamina pemasok LPG 3 kg setiap hari datang ke pangkalan, kecuali Minggu.

“Untuk memperoleh gas kemasan 3 kg, warga harus mendaftar dulu. Saat gas datang, mereka kita panggil namanya. Kalau kita panggil orangnya tidak ada, maka jatahnya akan dijual kepada orang lain. Satu nama satu tabung. Setiap orang tidak boleh membeli lebih dari satu tabung. Adapun yang berhak membeli adalah warga di sekitar pangkalan,” terang Adi.

Ia mengatakan lebih lanjut, selama ini tidak pernah terjadi keributan antar pembeli, saat mengantri untuk mendapatkan gas. “Mereka tertib, menunggu hingga namanya dipanggil. Di pangkalan kami setiap hari mendapat jatah pasokan sebanyak 40 tabung gas,” katanya.


(Kasirin Umar/CN19/SM Network)