• KANAL BERITA

BMKG DIY: Kemarau 2019 Lebih Kering Dibanding 2018

Foto Istimewa
Foto Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagian besar wilayah Indonesia sedang memasuki musim kemarau yang berdampak kekeringan. Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kemarau 2019 ini memiliki tingkat kekeringan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Kemarau 2019 lebih kering dibanding 2018 lalu,” imbuh Kepala Klimatologi pada BMKG DIY Reni Kranintyas saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY.

Menurut dia, pada Agustus 2019 semua wilayah DIY telah memasuki musim kemarau. Awal musim kemarau di provinsi ini pun berlangsung sejak akhir April sampai pertengahan Mei lalu, bahkan pada bulan Agustus ini semua wilayah DlY diprediksikan mengalami puncak musim kemarau. Reni menjelaskan BMKG sudah memprediksi periode kemarau tahun 2019  (Mei - Oktober) akan lebih kering dibanding tahun 2018. Sehingga, perlu kewaspadaan dan antisipasi lebih dini dari Pemerintah maupun masyarakat.

“Berdasarkan pantauan kami hingga awal Agustus ini, beberapa wilayah DIY sudah mengalami kekeringan meteorologis level ekstrim dimana tercatat ada daerah yang sudah lebih dari 60 hari tidak ada hujan, bahkan ada yang terjadi sudah lebih dari 130 hari seperti di Kabupaten Bantul,” jelas dia.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut tentu akan memiliki dampak lanjutan terhadap kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih masyarakat. Selain itu, ancaman gagal panen bagi wilayah-wilayah pertanian tadah hujan semakin tinggi.  Kolaborasi BMKG dengan lembaga-lembaga kemanusian, tambah dia menjadi suatu hal positif dimana dapat memberikan update ke ACT terkait hasil monitor dan peringatan dini terkait wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Sebanyak 64,94 persen wilayah Indonesia sedang mengalami curah hujan kategori rendah. Akibatnya hampir 3,5 juta jiwa menjadi terdampak bencana kekeringan di 55 kabupaten dan kota di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Adapun dari semua wilayah di DIY, Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah yang terlanda paling ekstrim. Per Agustus ini saja, sedikitnya 134 ribu jiwa di 14 Kecamatan terlanda kekeringan, bahkan sudah sampai pada level kesulitan mendapatkan air bersih,” papar Reni.


(Gading Persada /CN19/SM Network)