• KANAL BERITA

Irigasi Darurat, Petani Desa Kalinusu Gunakan Drum Bekas

SALURAN DARURAT : Petani  Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes membangun saluran irigasi darurat menggunakan drum bekas untuk menggantikan talang irigasi yang ambrol. (suaramerdeka.com / Teguh Inpras Tribowo)
SALURAN DARURAT : Petani Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes membangun saluran irigasi darurat menggunakan drum bekas untuk menggantikan talang irigasi yang ambrol. (suaramerdeka.com / Teguh Inpras Tribowo)

BUMIAYU, suaramerdeka.com - Petani  Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes membangun saluran irigasi darurat menggunakan drum bekas untuk menggantikan talang irigasi yang ambrol. Dengan drum bekas, pasokan air irigasi ke 200 hektare sawah di Desa Kalinusu, kembali lancar. ‘’Irigasi sudah mengalir kembali sejak Minggu (18/8)," kata Sekretaris Desa Kalinusu Sugiarto, Rabu (21/8).

Sebelumnya, talang irigasi di desa itu ambol pada Kamis (7/8). Akibatnya pasokan air untuk 200 hektare sawah macet. Tak mau tanaman padinya mati dan gagal panen, petani bekerja bakti membuat saluran irigasi darurat.

Menurut Sugiarto, saluran irigasi darurat dibangun menggunakan 32 drum bekas. Satu per satu drum itu disambung memanjang. Sebagai penopang dan penahannya, menggunakan papan dan bambu. "Semua dikerjakan secara swadaya," kata dia.

Pembuatan saluran irigasi dengan drum bekas itu, lanjut Sugiarto, sifatnya darurat."Supaya sawah bisa terairi sehingga tidak terjadi gagal panen," ujarnya.

Saluran irigasi talang yang rusak ini menambah daftar infrastruktur pertanian yang rusak. Sebelumnya, bendung irigasi Notog yang diandalkan untuk suplai irigasi sawah di desanya juga rusak."Kerusakan terjadi pada badan bendung. Jebol," katanya.

Kerusakan infrastruktur pertanian di desanya itu diharapkan menjadi perhatian pemerintah dengan mengalokasikan anggaran perbaikan."Kelangsungan pertanian padi bergantung pada suplai air irigasi," ujarnya.


(Teguh Inpras Tribowo/CN26/SM Network)