• KANAL BERITA

Delapan Dokter Muda UII Gelar Survei Mawas Diri

DISKUSI : Dua dokter muda FK UII Yogyakarta berdiskusi dengan Kades Jetak Siswanto, sebelum melakukan kunjungan ke Posyandu di Desa Jetak. (suaramerdeka.com / Anindito AN)
DISKUSI : Dua dokter muda FK UII Yogyakarta berdiskusi dengan Kades Jetak Siswanto, sebelum melakukan kunjungan ke Posyandu di Desa Jetak. (suaramerdeka.com / Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Delapan dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta melakukan kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Sragen.

Empat dokter muda itu ditugaskan di Puskesmas Sidoharjo dan empat dokter muda lainnya di wilayah Puskesmas Tanon, Kabupaten Sragen. Kepala Puskesmas Sidoharjo dr Eny Soedarwati menempatkan empat dokter muda untuk melakukan SMD dan MMD di Desa Jetak.

‘’Kegiatan SMD dan MMD dilaksanakan 12 Agustus hingga 5 Oktober 2019,’’ tutur  Anif Firriszki Muttaqina, salah seorang dokter muda peserta SMD dan MMD di Desa Jetak, Rabu (21/8). Kegiatan itu dilaksanakan sebagai langkah menggapai gelar dokter yang butuh waktu sekitar 20 bulan lagi.

Kades Jetak Siswanto berharap para dokter muda itu ikut membantu melakukan pengobatan untuk penyakit ringan yang diderita warga,  serta melakukan SMD dan mendeteksi bidang kesehatan masyarakat. ‘’Mereka akan dilibatkan dalam kegiatan Posyandu dan pertemuan PKK serta pertemuan lain,’’ tutur Siswanto.

Anif Firrizki Muttaqina bersama empat dokter muda lainnya, yakni Hendri Novia Kumara Dewi, Alfi Brillianti Chrisna serta Fahrizal Akbar Debyantoro sudah mengunjungi Posyandu Balita dan Posyandu Lansia.  Anif Firrizki melihat kader-kader kesehatan di Desa Jetak sudah cukup banyak dan teredukasi di bidang kesehatan dengan baik. Para kader kesehatan itu bisa dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi di bidang kesehatan.

Para dokter muda itu sudah mendeteksi  penyakit yang sering dialami warga, di antaranya sakit  asam urat, tekanan darah tinggi dan pegal linu. ‘’Khusus keluhan pegal linu dirasakan sejumlah warga, karena banyak petani saat ini musim menggarap sawah,’’ tutur Anif Firrizki.


(Anindito AN/CN26/SM Network)