• KANAL BERITA

Bawaslu Demak Libatkan Kampus Awasi Pilkada Serentak

KERJA SAMA : Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh bersalaman dengan Dekan Fakultas Dakwah IAIN Kudus, Dr Masturin seusai penandatangan nota kesepahaman dalam pengawasan Pilkada 2020, di kantor Bawaslu Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)
KERJA SAMA : Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh bersalaman dengan Dekan Fakultas Dakwah IAIN Kudus, Dr Masturin seusai penandatangan nota kesepahaman dalam pengawasan Pilkada 2020, di kantor Bawaslu Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Bawaslu Kabupaten Demak akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan komponen masyarakat lainnya untuk ikut melakukan pengawasan dalam pilkada 2020. Salah satu perguruan tinggi yang dilibatkan adalah IAIN Kudus yang membangun kesepakatan bersama. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman di antara kedua lembaga yang berlangsung di kantor Bawaslu Demak.

Penandatangan dilakukan Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh dan Dekan Fakultas Dakwah IAIN Kudus, Dr Masturin disaksikan para komisioner Bawaslu Demak dan Kepala Program Studi Pemikiran Politik lslam, Siti Malaiha Dewi. Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh mengatakan, pelibatan perguruan tinggi atau kalangan kampus akan memperkuat Bawaslu dalam menjalankan peran dan fungsinya. Yaitu dalam melakukan pengawasan, pencegahan dan  penindakan selama berlangsung Pilkada 2020.

Menurutnya, semakin banyak komponen masyarakat yang ikut terlibat dalam pengawasan akan meningkatkan kualitas proses demokrasi. Sebab, menjadikan pengawasan berlangsung optimal karena banyak pihak ikut berperan. Di samping perlu menggugah kesadaran masyarakat untuk berani bersikap menolak politik uang.

Khoerul Saleh menambahkan, pihaknya akan mengajak semua komponen masyarakat dalam upaya meningkatkan pengawasan partisipatif melalui gerakan seribu sukarelawan pengawas pemilu. "Kami upayakan agar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Demak tahun 2020 bisa berlangsung dengan jujur, adil dan tidak terjadi pelanggaran," katanya.

Selain terlibat dalam pengawasan, kampus juga diikutsertakan pada sosialisasi dan pendidikan politik. Sementara Dekan Fakultas Dakwah IAIN Kudus, Dr Masturin menyampaikan pelibatan para akademisi dapat menjadikan pelaksanaan pendidikan politik lebih mengena.

Menurutnya, akademisi juga memiliki kepentingan dalam mengawal terbentuknya sistem demokrasi yang mendapatkan kepercayaan masyarakat. "Tentu harus ada upaya serius membangun kesadaran masyarakat terhadap arti pentingnya pelaksanaan demokrasi yang bersih dari KKN," terangnya didampingi Kepala Program Studi Pemikiran Politik lslam, Siti Malaiha Dewi.


(Hasan Hamid/CN26/SM Network)