• KANAL BERITA

Pengusaha Catering Besar Terciduk Gunakan Elpiji Bersubsidi

Puluhan Tabung Langsung Ditukarkan

 SIDAK ELPIJI : Petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak penggunaan tabung elpiji 3 kilogram di tempat usaha pengolahan jajanan Temanggung. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)
SIDAK ELPIJI : Petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak penggunaan tabung elpiji 3 kilogram di tempat usaha pengolahan jajanan Temanggung. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)


-

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sejumlah pengusaha catering makanan berskala besar di wilayah Temanggung, terciduk masih menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram di tempat usahanya. Dari dua lokasi usaha catering makanan yang diinspeksi mendadak (sidak), petugas gabungan mendapati sekitar 68 tabung tak sesuai peruntukannya masih digunakan, untuk aktivitas usaha mereka yang dinilai telah beromzet besar.

Hal itu didapati saat tim gabungan yang terdiri dari Pertamina, Agen dan Pangkalan Elpiji, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menggelar sidak di sejumlah tempat usaha catering makanan dan tempat olahan snack di wilayah kota Temanggung.

Sales Eksekutif Elpiji Rayon 8 Kedu, Dimas Aji Kharisma Cakra mengungkapkan, saat melakukan sidak, tim gabungan masih mendapati sejumlah pelaku usaha nakal, yang menggunakan tabung gas elpiji yang diperuntukkan bagi masyarakat golongan tidak mampu. Saat sidak gabungan ke usaha Catering Laksana, ditemukan 38 tabung dan di usaha Makanan Olahan Cakra, sebanyak 30 tabung elpiji bersubsidi.

Padahal, kata dia, dalam sejumlah kesempatan, sejumlah tempat usaha tersebut juga sudah ketahuan menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Selain memperingatkan secara keras, pihaknya juga langsung menarik tabung gas bersubsidi tersebut untuk digantikan dengan tabung gas berwarna pink, ukuran 5,5 kilogram. "Saat ini sudah tidak kami tolerir, jadi langsung kami suruh ganti," ujarnya kepada awak media, Rabu (21/8) siang.

Menurut dia, sidak sengaja digelar rutin dilakukan Pertamina dengan menggandeng pemerintah daerah baik dari Bagian Perekonomian, Disperindagkop, Satpol PP maupun aparat kepolisian. Hal itu dilakukan untuk memberikan pengawasan kepada para pelaku usaha dengan omzet di atas Rp 300 juta per tahun, agar tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kilogram. "Tabung ini barang bersubsidi, untuk golongan tidak mampu," tandas dia.

Lebih lanjut Dimas menyebutkan, sidak bukan hanya dilakukan di dua tempat tersebut, melainkan ke sejumlah pengusaha lain di wilayah kerjanya. Dari sidak yang dilakukan, sejumlah pengusaha masih memberikan alasan-alasan klasik, seperti halnya karena tabung kosong, belum mengetahui dan lainnya. "Wilayah kami ada enam kabupaten atau kota. Kurang lebih ada 200-an tabung tiga kilogram tak tepat sasaran masih digunakan," akunya.


(M Abdul Rohman/CN26/SM Network)