• KANAL BERITA

Gedung Pasar Legi Berkonsep Hijau

Agar Tidak Membebani Pedagang

INSPEKSI MENDADAK : Sidak tim pengendali inflasi daerah Kota Surakarta di pasar darurat Pasar Legi, Rabu (21/8). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)
INSPEKSI MENDADAK : Sidak tim pengendali inflasi daerah Kota Surakarta di pasar darurat Pasar Legi, Rabu (21/8). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, perencanaan pembangunan pembangunan Pasar Legi Solo memperhatikan persyaratan teknis bangunan gedung dan dilaksanakan sebagai tertib penyelenggaraan bangunan gedung negara.

Kalau sebelumnya pasar tradisional ini terdampak kebakaran, kata Iwan, maka yang jadi fokus perhatian adalah dibangun kembali sesuai standar pasar. Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan dan standar nasional Infonesia (SNI) dari Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan proteksi kebakaran baik itu yang sifatnya aktif maupun pasif.

Pembangunan juga akan mengimplementasikan bangunan gedung hijau agar dapat meminimalisasi ongkos pemeliharaan gedung. Dengan demikian diharapkan dalam operasional pemeliharaan bangunan nanti tidak membebani para pedagang dalam bentuk retribusi.

"Sesuai Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2019, kami dapat tugas untuk merehabilitasi kembali Pasar Legi ini," kata dia ketika meninjau Pasar Legi Solo, Rabu (21/8). Peninjauan dilakukan, kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi, dimaksudkan untuk mensinkronkan perencanaan dengan kondisi di lapangan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, perencanaan pembangunan Pasar Legi pasca kebakaran sedang disiapkan Pemkot Surakarta dan diharapkan pada Oktober tahun ini bisa selesai. Pihaknya berharap dapat dilakukan lelang dini usai Oktober sehingga pada bulan Januari 2020 pembangunan sudah dapat dimulai.

"Pembangunan dilakukan dalam satu tahun anggaran. Waktu pembangunan sekitar 10 hingga 12 bulan. Pembangunan harus secepatnya karena ditunggu para pedagang. Sebab fungsi pasar ini untuk meningkatkan perekonomian, makanya diprioritaskan pembangunannya," kata dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi menambahkan, anggaran untuk pembangunan Pasar Legi senilai Rp 150 miliar sepenuhnya dari Kementerian PUPR. Pasar akan dibangun dua lantai, seperti semula. Hanya saja, di bagian atas ada lahan parkir. "Rencananya pasar ini nantinya bisa menampung lebih dari 2.000 pedagang, baik kios maupun oprokan," kata dia

Dalam kesempatan itu, Heru juga mengungkapkan saat ini Pemkot Surakarta sudah menyiapkan dana di APBD Perubahan untuk pasar darurat baru, sebelum dimulai pembangunan. Pasar darurat itu termasuk hanggar yang ada selama ini untuk dipindahkan atau keluarkan ke lokasi lain.

Ada juga sebagian masyarakat yang bersedia meminjamkan tanahnya untuk pasar darurat. Kalau lahan masih kurang pasar darurat masih kurang, sebagian pedagang akan direlokasi ke area parkir Kantor Dinas Pendidikan dan Pasar Elpabes.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)