• KANAL BERITA

Erosi Tebing Ancam Jalur Bumiayu-Salem

TINJAU SUNGAI: Tim Pusdataru dan Bina Marga Cipta Karya Pemprov Jateng bersama Pemerintah Desa Pangebatan, Babinsa Koramil  Bantarkawung dan LSM Patal DAS meninjau Sungai Cilakar. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
TINJAU SUNGAI: Tim Pusdataru dan Bina Marga Cipta Karya Pemprov Jateng bersama Pemerintah Desa Pangebatan, Babinsa Koramil Bantarkawung dan LSM Patal DAS meninjau Sungai Cilakar. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BUMIAYU, suaramerdeka.com – Erosi tebing Sungai Cilakar mengancam jalur utama Bumiayu-Salem menyusul aktivitas penambangan pasir di alur sungai tersebut.

"Dari hasil peninjauan, ada potensi erosi tebing yang dampaknya mengancam jalan provinsi ruas Bumiayu-Salem," kata Imam Suyuti dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jateng usai meninjau Sungai Cilakar, di Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Rabu (21/8).

Tim Pusdataru Jateng datang ke Sungai Cilakar menyusul laporan adanya aktivitas penambangan galian C dan kondisi tebing sungai yang kritis. Selain Pusdataru, ada tim dari Bina Marga dan Cipta Karya Jateng.

Mereka bersama pemerintah desa setempat, Babinsa Koramil Bantarkawung dan LSM Patal DAS melakukan peninjauan bersama selama lebih kurang dua jam.

Selain potensi erosi tebing, Imam menambahkan, tingkat sedimentasi pada anak Sungai Pemali itu juga tinggi."Kondisi ini menyebabkan air sungai rawan meluap ke permukiman ketika debit air sungai meningkat," katanya.

Imam mengapresiasi laporan masyarakat terkait kegiatan galian C di wilayahnya. Adanya laporan masyarakat, memudahkan dinas terkait dalam melakukan deteksi dini."Menjaga sungai ini bukan tugas pemerintah saja. Tapi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Menurut dia, warga atau siapa pun boleh membuka usaha galian C sepanjang memenuhi perizinan. Ini penting agar kegiatan penambangan tidak merusak lingkungan. Berbagai temuan kondisi sungai akan dilaporkan ke pimpinan.

"Pemerintah desa juga bisa menjadikannya sebagai dasar pembuatan usulan penanganan sungai," ujarnya. Perwakilan Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng Adi Sudaryanto menegaskan, pihaknya akan melaporkan hasil tinjauan ke pimpinannya.

Sementara Kades Pangebatan Lukmanul Hakim berharap ada langkah nyata penanganan kerusakan sungai itu."Setelah dari peninjauan ini, kami akan mengusulkan perbaikan kepada pemprov Jateng," katanya.


(Teguh Inpras Tribowo/CN39/SM Network)