• KANAL BERITA

DPRD Pati Minta Target Pajak Restoran Dihitung Ulang

TANGGAPAN FRAKSI: Delapan fraksi di DPRD Pati menyampaikan tanggapan atas Raperda APBD Perubahan tahun anggaran 2019 dalam rapat paripurna. (suaramerdeka.com / Moch Noor Efendi)
TANGGAPAN FRAKSI: Delapan fraksi di DPRD Pati menyampaikan tanggapan atas Raperda APBD Perubahan tahun anggaran 2019 dalam rapat paripurna. (suaramerdeka.com / Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka.com - Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Rembang meminta Pemkab menghitung ulang atas target pajak restoran, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mendorong munculnya restoran baru. FPG menyampaikan pandangan itu dalam Rapat Paripurna DPRD dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati tahun Anggaran 2019, Selasa (20/8).

Tanggapan dari delapan fraksi didengarkan langsung Bupati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin serta Sekda Suharyono di Ruang Rapat Paripurna. Juru bicara FPG Endah Sri Wahyuningati mengemukakan potensi pajak restoran relatif besar, mengingat banyak restoran baru bermunculan di Bumi Mina Tani.

"Besarnya potensi pajak restoran memungkinkan untuk lebih dioptimalkan. Untuk itu kami meminta ada penghitungan ulang target yang ditetapkan dan memaksimalkan realisasinya," ujarnya.

Target pajak restoran meningkat pesat. Jika sebelumnya hanya Rp 2,6 miliar kini dipatok target Rp 4,5 miliar. Secara umum terdapat peningkatan proyeksi pendapatan daerah. Pada APBD murni pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 2,75 triliun. Jumlah itu ditingkatkan menjadi Rp 2,83 triliun pada APBD perubahan.

Sementara, Fraksi PDI Perjuangan memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, Pati merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang rawan air bersih saat musim kemarau.

"Pemetaan daerah-daerah yang rawan terdampak kekeringan mendesak dilakukan. Kemudian diberikan bantuan berupa program pengadaan sumber air bersih, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun pertanian," kata juru bicara FPDI Perjuangan Noto Subianto


(Moch Noor Efendi/CN26/SM Network)