• KANAL BERITA

Grengseng Pilkada Bantul Mulai Terasa

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANTUL, suaramerdeka.com - Meski Pilkada Bantul masih satu tahun lagi, namun partai politik sudah mulai ancang-ancang dan pasang strategi. Masing-masing partai sudah saling melirik untuk kompromi, agar harapan partai mengangkat jagonya menjadi orang nomor satu bisa terwujud.

Paling tidak hal ini dilakukan PDI Perjuangan, yang mulai melakukan pendekatan dengan partai lain. Karena PDIP tidak mau kecolongan seperti pada Pilkada 2015 lalu, dimana PDIP didukung mayoritas partai namun kalah dengan pasangan yang hanya didukung tiga partai.

Ketika itu pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Suharsono-Abdul Halim Muslih yang diusung Partai Gerindra, Partai Kesejahteraan Sosial(PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berhasil melenggang mulus memenangi Pilkada Bantul tahun 2015.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul, Joko Purnomo, kemarin, mengatakan, meski PDIP Bantul mendapat 11 kursi dan bisa melenggang sendiri dengan mengusung cabub dan cawabub, namun PDIP tetap akan mengajak partai lain untuk berkoalisi.

''Kita sudah berkomunikasi dengan partai yang sama-sama mengusung Jokowi-Ma'ruf Amin, namun juga berkomunikasi dengan Partai Gerindra yang kini hubungan ketua umumnya sudah sangat cair bahkan petinggi partai lainnya juga sudah sangat baik," kata Joko.

Meski berkomunikasi dengan partai lain, namun PDI Perjuangan dengan kursi terbanyak ingin mengusung kadernya sendiri. Kader itu nantinya mau jadi orang nomor satu atau menjadi orang nomor dua, semua bisa dibicarakan. 

''Politik itu dinamis. Untuk itu, PDI Perjuangan tidak ngotot kadernya harus menjadi calon bupati. Dinamika politik itu masih terus berkembang, jadi yang menentukan nanti adalah komunikasi antar partai,'' katanya. 

Sejumlah nama baik dari kader PDI Perjuangan maupun dari birokrasi, disebut-sebut akan diusung oleh PDIP. Namun ketika ditanya mengenai nama-nama tersebut, anggota DPRD DIY dari Fraksi PDIP ini hanya tersenyum.

Nama-nama yang muncul dari kader partai, diantaranya Hanung Raharjo, Joko Purnomo kemudian dari birokrasi muncul nama Bambang Wisnu Handoyo, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan dan Aset, Pemda DIY dan nama Bupati Bantul Suharsono juga muncul sebagai kandidat dari PDI Perjuangan Bantul.

Namun, lanjut dia, dalam putusan Konggres ke V PDI Perjuangan di Bali, PDI Perjuangan tetap akan mengutamakan kader sendiri untuk maju sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. ''Yang jelas kader partai yang kita utamakan, tapi itu bukan harga mati,'' katanya.

PDI Perjuangan Bantul sendiri, sampai saat ini belum mendapatkan instruksi terkait tahapan Pilkada dari DPP PDI Perjuangan. Apapun keputusan partai, kader yang ada ditingkat bawah sudah siap untuk kerja gotong, solid untuk memenangkan cabub-cawabub yang nantinya akan diusung oleh PDI Perjuangan.

"Kuncinya seluruh struktural, kader dan simpatisan solid, turun kebawah dan langsung menyapa masyarakat. Jangan terlena dengan kemenangan dalam Pilleg, karena kemenangan Pilleg tak sejalan lurus dengan kemenangan di Pilkada," ujarnya.

Sementara Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Bantul, Darwinto mengaku pembicaraan dengan partai lain secara non formal sudah mulai dilakukan meski hal itu dilakukan hanya sifatnya personal antar pengurus partai.

''Intinya dengan partai apapun kami siap berkomunikasi, bahkan siap berkoalisi jika ada kesamaan visi dan misi serta kandidat yang akan diusung dalam Pilkada 2020 yang akan datang,'' katanya.


(Sugiarto/CN19/SM Network)