• KANAL BERITA

Lega, Puluhan Difabel Kantongi SIM D

CARI SIM: Salah seorang difabel di Sukoharjo mencari SIM D di Kantor Satlantas Polres Sukoharjo, Senin (19/8). (suaramerdeka.com/heru susilo)
CARI SIM: Salah seorang difabel di Sukoharjo mencari SIM D di Kantor Satlantas Polres Sukoharjo, Senin (19/8). (suaramerdeka.com/heru susilo)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Puluhan difabel di Sukoharjo mendapatkan pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) D di Satlantas Polres Sukoharjo. Namun demikian belum semua difabel mendapat karena terganjal aturan, khususnya tunarungu.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, mengatakan ada 30 orang anggota Paguyuban Difabel Sehati mendapatkan pelayanan selama tiga hari. Kegiatan dimulai sejak Jumat (16/8), Senin (19/8) dan Selasa (20/8).

"Anggota kami mengurus pembuatan SIM D dimulai surat kir, tes dan lainnya hingga tahap terakhir pencetakan SIM D. Ini membuat kami lega dan senang karena Satlantas Polres Sukoharjo sudah membantu dengan memberikan pelayanan yang baik,’’ ujar Edi.

Menurut Edi berdasarkan data tahun 2019 ini baru 70 persen atau 60 orang difabel sudah memiliki SIM D. Sedangkan 30 persen sisanya belum karena terkendala aturan. Di antaranya anggota tunarungu.

Menurut penjelasan dari petugas, disabilitas tunarungu dianggap tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Sebab butuh kepekaan pendengaran saat berkendara kendaraan bermotor di jalan raya.

"Petugas Satlantas Polres Sukoharjo sudah baik memberi pelayanan pada kami difabel. Tapi ya memang terkendala aturan, meski begitu kami tetap berharap anggota kami tunarungu bisa mendapakan SIM D,’’ katanya.

Terkait dengan fasilitas SIM D tersebut, menurut dia sudah sesuai dengan UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 80. Aturan tersebut menjelaskan tentang kendaraan khusus modifikasi bagi difabel.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Zamroni mewakili Kapolres AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, pembuatan SIM tetap terhadap difabel tetap dilayani sesuai dengan ketentuan berlaku.

Difabel yang lolos maka berhak mendapatkan SIM, sama dengan pemohon umum SIM lainnya. "Perlakuannya sama dengan masyarakat umum. Tapi khusus difabel mereka dilakukan secara berkelompok atau bersama karena memang berkebutuhan khusus,’’ ujar AKP Zamroni.

Dia menambahkan, petugas tidak hanya melihat dari sisi pemohon tetapi sarana kendaraan bermotor yang digunakan harus sesuai standar. ‘’Itu berkaitan dengan tertib lalu lintas seperti kelengkapan kendaraan. Jangan sampai setelah punya SIM justru mengabaikan keselamatan di jalan."


(Heru Susilo/CN39/SM Network)