• KANAL BERITA

Bantuan Konventer Picu Kelangkaan Gas 3 Kg

ANTRE: Sejumlah warga mengantre mendapatkan tabung gas 3 kg di salah satu agen di wilayah Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)
ANTRE: Sejumlah warga mengantre mendapatkan tabung gas 3 kg di salah satu agen di wilayah Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)

SLAWI,suaramerdeka.com – Sejumlah pihak menduga kelangkaan elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, diduga dipicu bantuan mesin konventer untuk pompa air pertanian. Dengan alat itu, kini mesim pompa air tidak lagi menggunakan BBM tapi menggunakan LPG 3 kg.

Selain itu, kelangkaan juga dipicu banyak masyarakat menggelar hajatan di bulan-bulan ini. ‘’Sejak awal Agustus sudah mulai kelangkaan gas 3 Kg,’’ kata salah satu warga Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Dian (30), Senin (19/8).

Kelangkaan gas melon di Balapulang membuat warga berebut membeli langsung ke agen. Sedangkan di tingkat pengecer sudah tidak kebagian. Bahkan warga terpaksa menitipkan tabung kosong ke pengecer agar mendapatkan bagian gas 3 Kg. ‘’Sudah seminggu nitip di warung, tapi belum juga dapat. Terpaksa, beli tabung gas yang 15 Kg,’’ kata Dian.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni mengatakan masyarakat kebingungan mencari tabung gas 3 kg di warung-warung. Pihak distributor di wilayah Slawi menyebut konsumsi tabung gas 3 kg meningkat tajam lantaran banyak masyarakat menyelenggarakan hajaran.

‘’Memang lagi banyak hajaran di masyarakat. Kalau misalkan sekali hajatan menyedot 20 tabung gas 3 kg, maka jatah untuk masyarakat umum berkurang,’’ ujar politikus  Golkar itu.

Sementara bantuan konventer mesin diesel untuk pertanian mengubah konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi gas. Ini berdampak petani menggunakan gas 3 kg untuk menyalakan mesin diesel penyedot air.

Kondisi itu bisa dipahami karena musim kemarau membutuhkan banyak diesel untuk mengaliri lahan. ‘’Bantuan konventer mencapai 1.500 unit. Jika 1 unit diesel membutuhan empat buah tabung 3 Kg, maka mengurangi konsumsi masyarakat cukup banyak,’’ jelas Jeni.

Kndisi itu harus disikapi Pertamina dengan menambah kuota tabung 3 kg. Pasalnya, penggunaan tabung gas 3 Kg untuk pertanian merupakan kebijakan dari Kementerian Pertanian, sehingga tidak bisa dilarang penggunaannya.

Pihaknya berharap agar gas 3 kg bersubsidi bagi masyarakat miskin diberikan sesuai dengan peruntukannya. Bagi masyarakat mampu diminta untuk membeli gas nonsubsidi. ‘’Masyarakat juga harus bijak dalam membeli gas, karena tabung gas 3 kg khusus bagi masyarakat miskin,’’ katanya.


(Dwi Putra GD/CN39/SM Network)