• KANAL BERITA

Pembebasan Lahan Tol Diharapkan Awal Tahun

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen dan Yogyakarta-Solo masih dalam tahap penyusunan detail engineering design (DED). 

Saat ini, proses lelang dokumen DED telah berjalan. Setelah ada nama pemenang nantinya pelaksanaan proyek pun tidak akan langsung menyentuh fisik. Terlebih dulu akan ada kajian termasuk perhitungan outline bisnis, dan bentang untuk mengidentifikasi lahan yang akan dibebaskan. 

"Semua dikebut, pengerjaan DED dalam hitungan bulan pun bisa. Untuk tahapan identifikasi, lamanya tergantung kondisi di lapangan, kalau kondusif paling tidak selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan," kata Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Dona Saputra Ginting kepada Suara Merdeka, Senin (19/8).

Awal tahun 2020 diharapkan tahapan pembebasan lahan bisa terlaksana, kendati hal itu belum dapat diprediksi lantaran tergantung kondusivitas lapangan. Akhir Juli lalu, Pemkab Sleman diberi kesempatan berdiskusi dengan pemerintah pusat untuk memberikan masukan tentang entry exit tol. 

DoHasil dari diskusi itu, ungkap Dona, titik entry exit dari arah timur diusulkan di daerah Desa Tamanmartani Kalasan yang merupakan titik persinggungan antara rencana jalan tol dan ringroad. Namun usulan itu tidak disetujui oleh Dirjen Bina Marga dan dipindah di sebelah utara RS PDHI. 

"Tapi yang di titik itu (utara PDHI) namanya bukan entry exit melainkan on off. Bedanya kalau on off, penggunaan lahannya lebih minimal sedangkan entry entry setidaknya 2 hektare area akan terkena dampak," urai Dona.

Pihaknya juga mengusulkan titik keluar-masuk di sekitar Lottemart namun kepastiannya baru akan diketahui setelah DED disusun. Penentuan entry exit ini mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya perhitungan derajat kemiringan, dan topografi.

"Ancer-ancernya sekitar Lottemart untuk entry exit dan sudah di-acc. Selain itu akan ada diatas ringroad tapi belum ada usulan, kemungkinan di lokasi tersebut ada dua on off untuk membuka kawasan perkotaan Yogyakarta dari arah Solo dan Magelang," paparnya. 

Melihat dari posisi jalan, dia memprediksi titik keluar-masuk tol tersebut ada di seputaran Monumen Jogja Kembali dan UPN yang merupakan pusat simpul.Perkiraan entry exit yang keempat ada di utara Westlake. Di daerah itu terdapat tanah kosong yang direncanakan menjadi titik pertemuan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta -Bawen.

Entry exit yang keenam diprediksi ada di sekitar Desa Margodadi Seyegan. Menurut dia, pertimbangan ini karena kawasan perkotaan sudah terlampau padat. Sementara jika dilebarkan ke Sleman sisi timur, di kawasan itu terdapat banyak candi dan hanya tersedia sedikit ruang.

Terkait dampak sosial ekonomi, Dona menegaskan, sesuai arahan Gubernur DIY, pembangunan tol tidak akan mematikan kawasan perekonomian. Rencana akan pula dibangun rest area yang dapat dikelola oleh BUMDes. Para pelaku UKM juga akan dilibatkan. Untuk mendukung strategi itu, bakal dibangun jalan keluar-masuk khusus yang tidak dikenai biaya.


(Amelia Hapsari/CN39/SM Network)