• KANAL BERITA

Mahasiswa Sampaikan Aspirasi di Sidang Senat Terbuka, Keluhkan UKT

foto: suaramerdeka
foto: suaramerdeka

MAGELANG, suaramerdeka.com – Aksi solidaritas mahasiswa mewarnai jalannya sidang senat terbuka dalam rangka serah terima mahasiswa baru Universitas Tidar (Untidar) di GOR Samapta Kota Magelang, Senin (19/8). Aksi dilakukan guna menyampaikan segala keresahan yang dirasakan mahasiswa.

Presiden Mahasiswa Untidar, Hermowo Pribadi Dewobroto memimpin jalannya aksi yang diikuti sekitar 200 mahasiswa lintas jurusan. Sidang senat terbuka sendiri dipimpin oleh Rektor Untidar, Prof Dr Ir Mukh Arifin MSc.

“Didiklah masyarakat dengan organisasi, dan didiklah penguasa dengan perlawanan,” ungkap Hermowo dalam orasinya yang mengutip kata-kata dari seorang sastrawan Pramoedya Ananta Thoer.

 Isu yang disuarakan peserta dalam aksi ini antara lain masalah uang kuliah tunggal (UKT), diberikannya kembali prosedur banding UKT untuk mahasiswa yang tidak mampu, tidak melakukan tindakan represif atau segala penekanan terhadap mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya, serta pemberlakuan jam malam yang belum ada Standar Operasional Prosedur (SOP). 

“Ini tahap awal untuk bisa mengadakan audiensi terbuka dengan pihak birokrat, karena kita sangat sulit untuk pertemuan dengan birokrat,” katanya.

Dikatakannya, rektorat dianggap hanya memandang mahasiswa sebagai tubuh tanpa kepala, di mana fungsi universitas yang harusnya menjadi laboratorium pengetahuan itu tidak terjadi.

“Bahkan, banyak kebijakan yang kita sayangkan, karena itu tidak melalui pengujian teori atau gagasan lewat forum Rektorat dengan mahasiswa,” tandasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr Sugiyarto MSi mengutarakan, aksi ini bentuk aspirasi mahasiswa yang diharap dapat dipahami. Ia pun meminta mahasiswa untuk menyampaikan argumennya secara akademis.

“Mari kita sampaikan argumennya secara akademis dan kita lakukan proses secara akademis, sehingga nantinya akan menghasilkan keputusan yang bisa diterima semuanya,” jelasnya.

Di hadapan para peserta aksi, Sugiyarto mengaku, pihaknya akan menyiapkan audiensi terbuka dengan rektorat untuk menanggapi aspirasi-aspirasi atau keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa ini. Ia pun menandatangani kesanggupan pihak rektorat terhadap agenda audiensi terbuka yang akan datang.

Sementara itu, salah satu peserta aksi, Ade Safri Fitria mengutarakan, ia ikut menyuarakan aspirasinya terkait SOP jam malam yang belum ada, tapi peraturan sudah dijalankan. “Saya ikut aksi agar pihak rektorat dapat mendengarkan keluhan-keluhan mahasiswa,” ungkapnya.


(Asef Amani/CN34/SM Network)

Berita Terkait
Loading...
Komentar