• KANAL BERITA

Pabrik Sepatu Berhenti Operasi

Pabrik sepatu milik PT Seng Dam Jaya Abadi  sudah sekitar 2 pekan ini tidak ada operasional sementara lantaran meneruskan pengerjaan kontruksi yang masih menyisakan sekitar 40 persen.
Pabrik sepatu milik PT Seng Dam Jaya Abadi sudah sekitar 2 pekan ini tidak ada operasional sementara lantaran meneruskan pengerjaan kontruksi yang masih menyisakan sekitar 40 persen.

REMBANG, suaramerdeka.com – Pabrik sepatu milik PT Seng Dam Jaya Abadi yang berlokasi tak jauh dari Embung Rowosetro Rembang dikabarkan menghentikan operasional uji coba. Info yang berkembang, sejumlah karyawan yang mulanya merasa sudah diterima di pabrik itu juga dirumahkan.

Informasi dirumahkannya karyawan pabrik disampaikan oleh Kades Pasar Banggi, Rasno kepada Suara Merdeka. Ia menyebut, ada pengurangan karyawan hingga sekitar 50 persen dari jumlah total yang sudah diterima bekerja.

Menurut Rasno, karyawan dengana asal dari Desa Pasar Banggi sendiri ada sekitar 60 persen yang dirumahkan. Mereka tidak dipekerjakan lagi dengan alasan belum ada pesanan hasil produksi sepatu.

Ia menyayangkan langkah pabrik merumahkan karyawan yang baru saja bekerja. Apalagi, karyawan yang dirumahkan tersebut sebagian berasal dari kawasan desa yang menjadi lokasi berdirinya pabrik.

“Informasi yang kami terima, ada pengurangan karyawan hingga 50 persen. Untuk karyawan dari desa Pasar Banggi sendiri berkurang sekitar 60 persen. Kami minta mereka dipekerjakan kembali, karena lokasi pabrik berada di perbatasan Desa Pasar Banggi dan Sridadi,” terang dia.

Suara Merdeka dan sejumlah wartawan lainnya berusaha mengonfirmasi kepada managemen di lokasi pabrik, Senin (19/8). Sayangnya, wartawan tidak diperkenankan masuk lokasi pabrik dan hanya ditemui keamanan.

Petugas keamanan bernama Wiwin Kuswirandi membantah jika ada karyawan yang dirumahkan. Ia menyebut, pabrik berhenti uji coba lantaran sedang melanjutkan pengerjaan kontruksi. Sedangkan seluruh karyawan sementara memang tidak bekerja, dan akan kembali dipanggil setelah pabrik beroperasi.

Menurut Wiwin, ada sejumlah kontruksi yang belum selesai, di antaranya adalah pembangunan parkir, kantin, serta kantor. Bagian yang saat ini masih dikerjakan adalah mes, sebagian gedung, dan pos keamanan.

“Karyawan nanti dipanggil lagi, tidak di-PHK. Operasional kemarin sifatnya uji coba, karyawan yang masuk semacam dilatih atau training cara produksi. Sekarang hanya ada pekerja kontruksi yang masuk. Untuk jumlah karyawan managemen yang tahu,” papar Wiwin.


(Ilyas al-Musthofa/CN34/SM Network)