• KANAL BERITA

Sekolah Nasima Gelar Ekspo Budaya Nusantara

 Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, H Gunawan Saptogiri SH MM (nomor 4 dari kiri) didampingi Ketua Umum YPI Nasima, H Agus Sofwan Hadi SH membuka Ekspo Budaya Nusantara dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Sekolah Nasima (17/8).(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, H Gunawan Saptogiri SH MM (nomor 4 dari kiri) didampingi Ketua Umum YPI Nasima, H Agus Sofwan Hadi SH membuka Ekspo Budaya Nusantara dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Sekolah Nasima (17/8).(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang diselenggarakan secara meriah. Serangkaian kegiatan lomba-lomba edukatif dilaksanakan selama beberapa hari di unit-unit Sekolah Nasima, dari KB-TK, SD, SMP sampai SMA Nasima. Ada lomba tata ruang kelas bertema kekayaan budaya dan potensi daerah yang menjadi nama ruang kelas masing-masing dan aneka lomba yang menguatkan nasionalisme, kecerdasan, dan kekompakan peserta didik mau pun guru serta tenaga kependidikan.

Puncak kegiatannya dilaksanakan di SMA Nasima, Jalan Yos Sudarso 17 Arteri Utara Semarang, Sabtu (17/8). Kegiatannya berupa parade aneka busana adat dan tari Nusantara, upacara bendera, pentas seni, serta ekspo budaya Nusantara. Sekitar 3.000 orang tumpah ruah di sekolah biasa disebut Sekolah Merah Putih Nasima Gandanegara itu. Mereka terdiri dari peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, pendiri dan pengurus YPI Nasima, orang tua peserta didik, veteran pejuang, perwakilan guru dan peserta didik SMA Karangturi dan sekolah, serta tetamu lainnya.

Anggota Pendiri YPI Nasima, Hj Djumini Setyoadi SH MKn (nomor 4 dari kanan) beserta para pengurus YPI Nasima dan tamu undangan turut menari sebelum upacara bendera HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Sekolah Nasima. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Anggota Pendiri YPI Nasima, Hj Djumini Setyoadi SH MKn (nomor 4 dari kanan) beserta para pengurus YPI Nasima dan tamu undangan turut menari sebelum upacara bendera HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Sekolah Nasima. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)


 
Tampak hadir Hj Djumini Setyoadi SH MKn dan Dewi Nasima MSc, anggota Pendiri YPI Nasima, Ketua Umum YPI Nasima, H Agus Sofwan Hadi SH, Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc, dan Ketua Pengawas YPI Nasima, Drs H Ragil Wiratno MH. Selain itu Keluarga Menteri Soepeno, Pahlawan Nasional RI turut hadir. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, H Gunawan Saptogiri SH pun hadir pada tengah acara.

Busana Adat

Hadirin masuk lapangan upacara melalui suatu parade budaya Nusantara. Setiap kelas paralel dengan busana adat sesuai dengan daerah yang menjadi nama ruang masing-masing mengitari lapangan upacara dengan rancak tarian kolosal yang memukau. Medley musik daerah masing-masing menjadi pengiringnya. Tak hanya peserta didik, guru, tenaga kependidikan, pengurus yayasan, dan tamu undangan pun mendapat giliran untuk menari.

Seusai parade peserta upacara menempatkan diri dalam barisan yang rapi. Semua berbusana adat Nusantara, kecuali Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).  Upacara bendera berlangsung penuh khidmat hingga usai. Pembina upacara adalah Ketua Pengawas YPI Nasima, Drs H Ragil Wiratno MH. Dalam amanatnya pembina upacara menegaskan pentingnya membangun sumber daya yang unggul di berbagai bidang dalam menghadapi zaman yang sangat dinamis. Generasi yang unggul juga harus dilandasi oleh karakter nasionalis agamais. Cinta tanah air NKRI yang Bhinneka Tunggal Ika sekaligus beriman dan berakhlak mulia.

Semua peserta upacara bendera HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Sekolah Nasima menari kolosal sebagai ekspresi riang atas anugerah kemerdekaan serta rasa cinta dan bangga pada budaya NKRI yang Bhinneka Tunggal Ika. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Semua peserta upacara bendera HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Sekolah Nasima menari kolosal sebagai ekspresi riang atas anugerah kemerdekaan serta rasa cinta dan bangga pada budaya NKRI yang Bhinneka Tunggal Ika. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

"Tradisi berbusana adat Nusantara saat HUT RI di Sekolah Nasima sudah membudaya sejak tahun 2001. Ini merupakan bagian dari pendidikan karakter nasionalis yang menanamkan, bahwa kemerdekaan  diperjuangkan dan dinikmati oleh semua bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, kebanggaan pada budaya bangsa diwujudkan secara nyata melalui memiliki dan mengenakan busana adat Nusantara," tambah Ragil.

Acara berlanjut dengan pentas seni dan ekspo budaya Nusantara. Berturut-turut ditampilkan tari Dolanan oleh peserta didik kelas VI SD Nasima, Tari Jatsu, perpaduan tarian khas Jawa Timur dan Sumatera oleh peserta didik kelas VII SMP Nasima, Tari Ratoeh Jaro oleh peserta didik SMA Nasima, hingga flashmob yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.

Puncak acara pentas seni dalam rangka HUT ke-74 RI adalah penampilan drama kolosal berjudul "Bintang dari Timur". Drama ini mengisahkan perjuangan seorang pemuda kelahiran distrik Abepura, Papua yang dengan semangatnya ingin sekali belajar sampai pendidikan tertinggi demi mencapai cita-citanya untuk menjadi guru yang akan mengangkat derajat sukunya menjadi lebih baik dan sejahtera.

Drama ini dimainkan secara apik oleh gabungan peserta didik SMP-SMA Nasima, dengan diselingi tari-tarian khas Papua dan Jawa. Pesan moral yang ingin disampaikan melalui drama ini, selain semangat pantang menyerah sang pemuda Papua untuk mengenyam pendidikan demi harkat dan martabat sukunya, juga tekad untuk menunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, sebagai semboyan kita yang selalu kita pegang dan mejadi mantra sakti bagi bangsa ini.

Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini diselenggarakan Ekspo Budaya Nusantara. Konsepnya adalah pameran kekhasan masing-masing daerah Nusantara yang selama ini telah direpresentasikan melalui tata ruang kelas di lingkungan Sekolah Nasima. Museum Rekor Indonesia (MURI) bahkan telah menganugerahi Sekolah Nasima sebagai Sekolah Pertama dengan Tata Ruang Tematik Daerah-daerah Nusantara Terbanyak pada Januari 2019 lalu.'

Ekspo diselenggarakan melalui sinergi sekolah dengan orang tua peserta didik. Total ada 50 stand daerah dari semua pulau di Nusantara yang ditampilkan dalam ekspo. Tampilan stand didesain dengan ornament yang mewakili daerah masing-masing. Setiap stand memajang benda-benda budaya khas gabungan dari koleksi warga kelas. Semua stand juga menjual  berbagai ragam souvenir dan kuliner khas daerah tersebut, serta area swafoto bernuansa etnik. Penjaga stand yang terdiri dari perwakilan peserta didik, orang tua, dan guru ramah menyapa dan menjelaskan keunikan daerah yang menjadi nama standnya. Untuk membeli souvenir atau produk kuliner pengunjung harus berbelanja dengan sistem voucher. Voucher terdiri dari nilai Rp 17.000,-, Rp 8.000,-,dan Rp 45.000,- sebagai simbol hari kemerdekaan RI.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri SH MM, menyambut gembira penyelenggara perayaan HUT ke-74 RI di Yayasan Pendidikan Islam Nasima. "Pendidikan karakter pada peserta didik penting dilakukan secara konkrit sejak dini. Melalui parade dan ekspo budaya Nusantara ini Sekolah Nasima telah menanamkan pendidikan karakter dan nilai-nilai multi kultural sebagai bangsa yang besar dan berbhineka Tunggal Ika kepada peserta didiknya. Hal ini sangat positif dan inspiratif. Semoga lembaga pendidikan lain mampu mengikuti langkah Sekolah Nasima," kata Gunawan.

Ketua Panitia Elly Fajarwati MPsi menjelaskan tujuan parade dan ekspo budaya Nusantara ditampilkan pada puncak peringatan HUT ke-74 RI ini. Tujuannya adalah untuk mengenalkan dan menanamkan kepada peserta didik, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan sangat kaya akan ragam budaya. Melalui parade dan ekspo budaya ini peserta didik mengenal dan bahkan terlibat secara langsung dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. Nilai-nilai yang menghargai keragaman serta sikap bangga dan cinta pada tanah air disemai subur melalui kegiatan tersebut.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Lilis Yuniarti SP. "Saya sangat mengapresiasi perayaan HUT ke-74 RI yang dilaksanakan di Sekolah Nasima dengan menggelar parade dan ekspo budaya. Di sini saya merasa seperti berada di tengah-tengah miniatur Indonesia Raya yang kaya akan keragaman budaya. Hal tersebut sangat bagus bagi usaha untuk menanamkan rasa bangga terhadap tanah air tercinta sebagai karakter yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak kita," pungkasnya.


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)