• KANAL BERITA

Raih Empat Gelar Paduan Suara, Sekolah Karangturi - Malaysia Bersinergi

Terkait Pengembangan Budaya

PADUAN SUARA: Tim paduan suara Sekolah Karangturi serta guru berfoto bersama di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (19/8), usai meraih prestasi di Malaysia. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
PADUAN SUARA: Tim paduan suara Sekolah Karangturi serta guru berfoto bersama di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (19/8), usai meraih prestasi di Malaysia. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 33 siswa SMP dan SMA Karangturi usai meraih prestasi membanggakan dalam ajang paduan suara di Malaysia disambut para orang tua di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (19/8). Total empat penghargaan diraih untuk mengharumkan nama bangsa yang merayakan kemerdekaannya. Bukan hanya pentas dan meraih penghargaan, SMP dan SMA Karangturi juga mengadakan kerja sama dengan Malaysia International Youth Culture and Art Festival untuk pengembangan budaya. 

Empat kategori penghargaan itu adalah medali emas paduan suara, konduktor terbaik, koreografer terbaik, serta lead teacher. "Penyelenggara (<I>Malaysia International Youth Culture and Art Festival<P>-) ingin menjalin hubungan dengan anak muda di seluruh dunia, termasuk Sekolah Nasional Karangturi. Kerja sama pengembangan budaya ini dimaksudkan untuk saling mendukung program-program budaya," jelas Ketua Dewan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Nasional (YPN) Karangturi, Harjanto K Halim MSc setibanya di bandara. 

Menurut dia, Sekolah Nasional Karangturi juga berencana menggelar paduan suara internasional yang diikuti 54 peserta pada November mendatang. Semarang diprediksikan akan kehadiran tamu sekitar 2.000 orang untuk menyambut ajang tersebut. Beberapa negara sudah konfirmasi ingin bergabung, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Prestasi yang diraih siswa sekolahnya sangat membanggakan, momentumnya juga pas hari kemerdekaan Republik Indonesia. Saat masuk panggung, juga menyanyikan lagu "17 Agustus Tahun 45". 

Sementara itu, Petrus Wahyu yang meraih konduktor terbaik mengatakan, tim paduan suara latihan selama satu bulan. Ada tiga lagu yang dibawakan, dua untuk acara festival, sedangkan satu lainnya buat kompetisi yaitu "Tari Sang Hyang Dedari" asal Bali. Dia merasa bangga atas pencapaian anak asuhannya. Di sisi lain, anggota paduan suara Karangturi, Pamela mengatakan, lagu asal Bali dipilih karena daerahnya sudah dikenal banyak orang mancanegara.


(Royce Wijaya/CN19/SM Network)