• KANAL BERITA

Peserta PKN Jateng Tertarik dengan Mal Pelayanan Publik di Denpasar

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

DENPASAR, suaramerdeka.com - Konsep pelayanan publik yang terkonsentrasi pada satu tempat, misalnya mal di Denpasar, Bali membuat tertarik berbagai pihak. Pasalnya, masyarakat cukup datang ke satu lokasi, bisa menyelesaikan kebutuhan perizinannya, termasuk membayar listrik dan mengurus SKCK.

Salah satu yang tertarik, yakni peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 16, Provinsi Jawa Tengah. Hal ini setelah melakukan kunjungan ke Mal Pelayanan Publik, di Kota Denpasar, Bali, baru-baru ini. Mal tersebut dikelola Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar. Rombongan disambut Sekretaris DPMPTSP Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Mandala Putra.

Ketua Rombongan PKN tingkat II, Ikhwan Sudrajat menyampaikan, DPMPTSP Kota Denpasar dipilih menjadi lokasi kunjungan karena memiliki beberapa keunggulan. Terutama pengurusan perizinan yang hampir semuanya bisa dilakukan di Mal Pelayanan Publik itu.  

"Hampir semua perizinan, kecuali IMB dan izin lokasi, berada di satu tempat. Sehingga, masyarakat cukup datang ke satu lokasi bisa menyelesaikan kebutuhan perizinannya, termasuk membayar listrik dan mengurus SKCK," bebernya.

Sarana prasarana di Mal Pelayanan Publik Kota Denpasar, imbuhnya, juga tergolong sangat baik. Seperti ruangan yang nyaman, alur informasi yang jelas, dan tersedia loket khusus bagi difabel.

Dari hasil kunjungan, menurut Ikhwan, beberapa yang dapat diadopsi di Provinsi Jawa Tengah . Salah satunya penguatan komitmen sehingga seluruh pelayanan publik dapat dikonsentrasikan di satu tempat. Selain itu, keberadaan mal layanan publik merupakan wujud pelayanan yang makin mudah, murah dan cepat. Sehingga, kehadirannya, sangat dibutuhkan masyarakat.

Salah satu peserta PKN II yang juga Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Edi Suprijanta, memandang keberadaan mal pelayanan publik sangat diperlukan karena mendukung terwujudnya reformasi birokasi. Melalui mal tersebut, semua proses berlangsung transparan karena sistem yang dibangun menutup celah perbuatan curang. Ditambahkan, 10 inovasi yang diciptakan, bisa dirasakan langsung dampak positifnya oleh masyarakat.

"Pelayanan satu hari, misalnya memberikan izin keperawatan. Sepanjang persyaratan itu lengkap, teman-teman di perizinan sini akan melaksanakan pelayanan secepatnya, sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku," terangnya.

Jauh Berbeda

Sementara itu, Kepala Bidang Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan DPMPTSP Denpasar, Anak Agung Ngurah Darma Putra membeberkan, kondisi saat ini dengan dulu sudah jauh berbeda. Dulu, untuk mendapatkan pelayanan di kantor DPMPTSP, masyarakat bisa datang mulai pukul 05.00 WITA. Mereka meninggalkan barang-barangnya sebagai penanda sedang mengantre.

"Kami buka pukul 08.00 WITA, masyarakat bisa datang pukul 06.00 WITA, bahkan pukul 05.00 WITA," jelasnya.

Masa itu, sekarang sudah berakhir sejak diterapkannya antrean online. Masyarakat yang datang tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus dokumennya. Ada 194 layanan yang bisa diberikan dalam mal tersebut.

Sekretaris DPMPTSP Denpasar, I Gusti Ngurah Mandala Putra menambahkan, pihaknya terus memperbaiki layanan dengan intensif menciptakan inovasi. Sebanyak 10 inovasi telah dihadirkan. Antara lain One Day Service, Perizinan Online, Tracking System Permohonan, Gambar Gratis, dan Tanda Tangan Digital.

Meski begitu, hingga saat ini pihaknya masih terkendala pada persoalan belum terintergrasinya sistem antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang berdampak pada pemberian layanan one day service. Untuk mengatasinya, sementara ini DPMPTSP Denpasar rutin melakukan sosialisasi pengurusan dokumen dengan sistem jemput bola.

''Harapannya, ketika masyarakat sampai di mal pelayanan publik, dokumen yang dibawa sudah lengkap. Dengan begitu, akan mempercepat proses penyelesaiannya,'' pungkasnya.


(Hendra Setiawan/CN40/SM Network)