• KANAL BERITA

BPN Kota Semarang Lakukan Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Sigit Rahmawan Adhi (kiri) memberikan sertifikat tanah wakaf kepada Penasihat Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Hidayah Perum Sinar Waluyo Kota Semarang, Ken Permono di masjid setempat. (suaramerdeka.com/M Alfi Makhsun)
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Sigit Rahmawan Adhi (kiri) memberikan sertifikat tanah wakaf kepada Penasihat Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Hidayah Perum Sinar Waluyo Kota Semarang, Ken Permono di masjid setempat. (suaramerdeka.com/M Alfi Makhsun)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang di akhir 2019 ini terus mempercepat proses pemberian sertifikat tanah yang diperuntukkan untuk wakaf tempat ibadah dan pendidikan. Tercatat BPN sudah memberikan lebih dari 100 sertifikat tanah wakaf di Kota Semarang hingga pertengahan Agustus ini.

Hal ini dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor BPN Kota Semarang, Sigit Rahmawan Adhi, dalam sambutannya di Masjid Nurul Hidayah 1 Perumahan Umum Sinar Waluyo Kedungmundu, kemarin. Percepatan ini, kata Sigit, sesuai dengan program dari Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Tengah yang juga sejalan dengan target Pemerintah RI lewat Kementrian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Yakni pada 2025, seluruh tanah di Indonesia sudah didaftarkan untuk diterbitkan sertifikatnya.

''Terkait sertifikat wakaf, kanwil melakukan percepatan serifikasi wakaf yang diperuntukkan sebagai tempat ibadah dan pendidikan. Sejauh ini BPN sudah melakukan sertifikasi masal sekitar 100 lebih. Hal ini terus kami dorong, supaya ke depan seluruh tanah yang diwakafkan di Kota Semarang bisa seluruhnya bersertifikat,'' kata Sigit.

Langkah dari BPN Kota Semarang ini diapresiasi warga masyarakat Perumahan Umum Sinar Waluyo Kelurahan Kedungmundu Kecatan Tembalang yang pada kesempatan yang sama telah resmi mendapatkan sertifikat wakaf Masjid Nurul Hidayah 1. Penantian warga setempat berlangsung cukup lama karena sudah diurus sejak 2012 silam. Penasihat Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Hidayah, Ken Permono mengatakan sebelumnya masyarakat di Perum Sinar Waluyo menanti saat Presiden Joko Widodo akan membagikan sertifikat wakaf beberapa waktu lalu di Jateng.

''Sertifikat wakaf kami tahu program dari presiden dan beberapa waktu lalu semestinya dibagikan  di seluruh Jateng. Namun sepertinya sertifikat wakaf di Perum Sinar Waluyo ini terselip sehingga belum diberikan. Baru menjelang HUT RI ke-74 ini, alhamdulillah sertifikat diserahkan langsung oleh Kepala BPN Kota Semarang,'' kata Ken.

Dia menyebut di Perum Sinar Waluyo ada empat masjid dan dua mushola. Tiga masjid dan dua mushola sudah bersertifikat karena wakaf perorangan yang proses penerbitan sertifikatnya tidak memerlukan waktu lama.

''Tanah masjid Nurul Hidayah 1 yang baru mendapatkan sertifikat, sebelumnya fasilitas umum milik PT Sinar Waluyo. Pada 2007-2008 secara swadaya masyarkat di sini merenovasi masjid kecil yang ada di area fasilitas umum ini. Sertifikat sudah kami urus pada 2012 dan sudah selesai. Namun sampai sekarang baru diserahkan,'' jelas Ken.

Pria pensiunan ASN BPN ini menuturkan lahan yang disertifikatkan yakni area masjid seluas sekitar 200 meter persegi dan area parkir yang juga memiliki luasan yang sama di RT 08 RW 01 Kedungmundu. Proses mengurus sertifikat wakaf dari 2008-2012 juga berlangsung lama karena saat pelepasan tanah investornya ada di Yogyakarta dan sempat mengalami kesulitan dalam mencari.

''Saya memandang program BPN di Indonesia ini sangat bagus utamanya dalam hal tanah-tanah wakaf. Tanah masjid harus ada sertifikat wakaf secara resmi, sehingga tidak ada ke depan konflik sengketa tanah yang terjadi,'' pungkas pria kelahiran Klaten ini.


(M Alfi Makhsun/CN40/SM Network)