• KANAL BERITA

Berjalan ke Tiang Bendera Gunakan Intuisinya

Upacara Bendera HUT Ke-74 RI di Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Bhakti Candrasa

foto: istimewa
foto: istimewa

SOLO, suaramerdeka.com - Orang yang tuna netra biasanya akan mengalami kesulitan saat berjalan. Namun tidak bagi Etik Winarsih (40) seorang tuna netra yang bertugas menjadi pengibar bendera di upacara HUT ke-74 RI di Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Bhakti Candrasa, Solo.

Terbukti saat dia harus berjalan sekitar 15 meter menuju tiang bendera, mampu berhenti tepat di depan tiang bendera. Termasuk saat mengibarkan bendera merah putih bersama dua petugas pengibar lainnya juga tidak terbalik.

Etik mengaku tak memiliki cara khusus dalam menjalankan tugas. Dia hanya banyak menggunakan intuisinya untuk berjalan dan mengibarkan bendera.

"Ya cuma kira-kira saja. Memang tadi jalannya ke tiang agak miring dikit, tapi wajar," ujar dia.

Dia mengaku bersemangat mengikuti upacara ini. Rumahnya yang berada di Boyolali tak menyurutkan niatnya mengikuti upacara di panti sosial yang ada di Jalan Radjiman, Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo itu.

Sementara petugas upacara lainnya, Topo Sukendro (53), juga melaksanakan tugas membaca teks pembukaan UUD 45 dengan baik. Tanpa membaca teks, warga Petoran, Jebres, Solo itu tetap lancar dan hafal.

"Dulu waktu sekolah di sini kan saya ketua asrama. Saya galakkan agar semua siswa hafal pembukaan UUD 45. Karena sudah pernah hafal, kemarin hanya tinggal mengulang," kata dia.


(Red/CN40/SM Network)