• KANAL BERITA

Profesor Undip Deklarasikan Antiradikalisme

BENTANGKAN SPANDUK: Guru besar Undip memakai pakaian adat Nusantara membentangkan spanduk antiradikalisme di Kampus Tembalang, Sabtu (17/8). (Foto suaramerdeka.com/Hari Santoso)
BENTANGKAN SPANDUK: Guru besar Undip memakai pakaian adat Nusantara membentangkan spanduk antiradikalisme di Kampus Tembalang, Sabtu (17/8). (Foto suaramerdeka.com/Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perayaan hari kemerdekaan ke 74 Indonesia menjadi momentum strategis memperkuat rasa nasionalisme anak bangsa.

Alasan ini pula yang mendorong para profesor di lingkungan Kampus Undip menyampaikan ikrar kebangsaan, Sabtu (17/8).

Ikrar ini sekaligus deklarasi sikap antiradikalisme yang disuarakan secara bulat pada upacara perayaan hari kemerdekaan di lapangan Widya Puraya kawasan Tembalang.

Seratus lebih guru besar lintas kepakaran mengenakan pakaian adat Nusantara ambil bagian meneguhkan sikap kebangsaan yang dipimpin Rektor Prof Dr Yos Johan Utama.

‘’Kami bagian dari rakyat Indonesia yang akan mempertahankan NKRI hingga tetes darah penghabisan. Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati yang menjadi semangat dalam berbangsa dan bernegara,’’ kata Yos Johan dalam upacara peringatan hari kemerdekaan, ikrar dan deklarasi kebangsaan itu.

Ditegaskan PTN tertua di Jateng itu merupakan tempat pengabdian membangun ilmu, pengetahuan dan karakter anak bangsa.

Hal ini menepis kekhawatiran kampus dengan mudah dikaitkan, disusupi apalagi dianggap sarang radikalisme.

Undip membuktikan seluruh civitas academica satu kata dalam menolak semua paham yang akan bisa merusak ideologi kebangsaan, yakni Pancasila.

Forum itu juga berlangsung penuh gegap gempita. Seribuan dosen, mahasiswa, dan karyawan memadati lapangan Widya Puraya dengan rasa bangga dan suka cita. Ketua Penyelenggara dari Perwakilan Tim Antiradikalisme Undip (Timaru)Dr dr Renny Yuniati menyatakan forum untuk memperteguh rasa nasionalisme ini juga diisi suguhan Tari Nusantara. Didalamnya turut mempersembahkan Tarian Wira Pertiwi hingga Lagu Semangat Juang 45 karya kolaborasi Presiden Soekarno dan seniman kondang Ki Narto Sabdo. Tak kurang putra seniman Ki Narto Sabdo yang juga dosen Undip, Dr Danang Respati Puguh turut mendukung penuh acara ini.

Sayup terdengar nukilan lagunya..  Galo kae genderane kumlebet angawe-awe, Abang Putih sang Dwiwarna iku lambang sejatine, Negara kita wus merdika, Kang adhedhasar Pancasila, Dumadi kalaning tanggal, Pitulas Agustus sasine, Nuju taun sewu sangangatus patang puluh lima,.........


(Hari Santoso/CN19/SM Network)