• KANAL BERITA

Indonesia Harus Punya Contigency Plan

Antisipasi Memburuknya Situasi Hong Kong

Foto: wikipedia
Foto: wikipedia

JAKARTA, suaramerdeka.com - Aksi penolakan RUU ekstradiksi di Hong Kong (HK) sudah berhasil menduduki bandara internasional setempat dan operasi bandara terancam lumpuh. Situasi ini akan bertambah genting apabila polisi HK kembali melakukan aksi represi membubarkan demonstrasi.

Atas situasi tersebut Migrant CARE meminta pemerintah Indonesia untuk segera menyiapkan langkah dan rencana kedaruratan (contigency plan) mengingat pekerja migran Indonesia di HK ada 250 ribu. Situasi tersebut pasti akan memengaruhi rasa aman mereka untuk bekerja dan bermobilitas.

"Langkah yang harus segera dilakukan adalah untuk sementara menghentikan arus masuk calon pekerja migran ke HK hingga tenggat waktu tertentu," kata Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo.

Migrant CARE minta Pemerintah RI hendaknya berkonsolidasi pula dengan pemerintah negara tujuan pekerja migran ke HK seperti Philipina, Nepal, India dan lainnya untuk mendesak Pemerintah HK menjamin keselamatan para pekerja migran.

"Jika suatu semakin memburuk, opsi evakuasi merupakan langkah yang bisa dipertimbangkan terutama untuk kawasan2 dengan tingkat konflik yang tinggi," ujar Wahyu yang juga adik kandung penyair (alm) Wiji Tukul.

Wahyu minta KJRI Hong Kong terus mengupdate informasi dan juga terus melibatkan partisipasi dan inisiatif organisasi pekerja migran Indonesia di HK untuk tindakan-tindakan yang diperlukan.

 


(Wahyu Atmadji/CN26/SM Network)