• KANAL BERITA

Gudang Tembakau di Temanggung Wajib Lakukan Upacara 17 Agustus

Ketua Harian Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan ke 74 RI Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media.
Ketua Harian Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan ke 74 RI Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media.

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Seluruh pengelola gudang tembakau dan perwakilan pabrik rokok di wilayah Kabupaten Temanggung diwajibkan menyelenggarakan upacara bendera saat momentum tanggal 17 Agustus 2019. Perintah itu disampaikan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq melalui Surat Edaran yang mengintruksikan Pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di wilayah Kabupaten Temanggung, yang dikirimkan kepada para pelaku usaha.

Ketua Harian Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan ke 74 RI Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyo menyebutkan, pihaknya sudah mengirimkan sebanyak 88 surat edaran kepada para pelaku usaha dan badan usaha di Temanggung. "Kami tekankan, seluruh gudang tembakau dan perwakilan pabrik rokok, wajib mengadakan upacara bendera. Tidak boleh tidak. Begitupun pelaku usaha dan badan usaha baik swasta maupun milik pemerintah, wajib mengadakan upacara bendera," ungkap dia.

Menurut dia, kewajiban para pelaku usaha mengadakan upacara bendera harus dilakukan, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia yang ke 74 Tahun, serta meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. "Sebagai warga negara yang baik, sudah seyogyanya upacara bendera bisa dilakukan semua masyarakat," tutur dia.

Pria yang juga Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Temanggung itu mengharapkan, gudang-gudang tembakau dan perwakilan pabrik rokok bisa mengajak seluruh pegawai dan masyarakat di lingkungannya masing-masing. Begitu perusahaan lain seperti perusahaan kayu, garmen, pertokoan besar, perbankan, BUMD maupun BUMN yang ada di Temanggung, untuk menyelenggarakan upacara bendera yang sama pada tanggal 17 Agustus 2019.

Lebih lanjut Djoko mengungkapkan, instruksi Bupati Temanggung tentang pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, tertuang dalam Surat Edaran Nomor 395 Tahun 2019. Bagi perusahaan yang tidak melaksanakan upacara bendera akan mendapat sanksi moral dengan teguran dan akan dipanggil pihak Pemkab Temanggung. "Ini berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya beberapa perusahaan yang melaksanakannya," bebernya.

Untuk sekarang seluruh perusahaan memang wajib melaksanakannya. Begitupun pemerintahan, hingga tingkat desa juga wajib menggelar upacara bendera. Untuk di perusahaan dengan jumlah pekerja sedikit, boleh bergabung dengan perusahaan lain di sekitarnya untuk menggelar upacara bendera.  Dia menyebut, rencana dari instruksi bupati itu rupanya telah banyak direspons pemilik usaha. "Mereka merespons instruksi itu secara bagus," tutur dia.

Dikatakan, di antara mereka ada yang  menanyakan upacara menggunakan pakaian apa dan bagaimana kalau perusahaannya tutup pada hari Sabtu. Namun pihaknya sudah memberikan jawaban-jawaban atas respons baik mereka. Pemkab menyebutkan mereka bisa mengenakan pakaian bebas atau pakaian tradisional, yang penting tata urutan upacara yang sudah diberikan. Sambutan inspektur upacara bisa memilih membacakan sambutan gubernur atau bupati," pungkasnya.


(M Abdul Rohman/CN34/SM Network)