• KANAL BERITA

Penjualan Solar untuk Pertanian Meningkat

SEDOT SUNGAI : Petani menyedot air dari sungai untuk kebutuhan tanaman padi di sawah, di daerah Karangmalang. (suaramerdeka.com / Basuni Hariwoto)
SEDOT SUNGAI : Petani menyedot air dari sungai untuk kebutuhan tanaman padi di sawah, di daerah Karangmalang. (suaramerdeka.com / Basuni Hariwoto)

SRAGEN, suaramerdeka.com -  Penjualan solar untuk pertanian pada musim kemarau meningkat, lantaran banyak petani menggunakan pompa untuk menyedot air sungai, sumur dalam atau sumur pantek guna mengairi sawah, ladang atau kebun mereka. Namun sejumlah petani memanfatkan tenaga listrik khusus untuk sumur submersible atau sumur sibel.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusda SPBU dan Bengkel Terpadu Sragen Supriyadi mengatakan musim kemarau membawa pengaruh kenaikan penjualan bahan bakar khususnya solar. Penjualan solar untuk pertanian menyumbang 30 persen penjualan bahan bakar SPBU Nglangon dan SPBU Pilangsari. ‘’Di SPBU Nglangon dan SPBU Pilangsari, penjualan solar mengalami kenaikan rata-rata 20 persen. Sementara di SPBU Tangen tidak menjual solar, didominasi pembelian pertalite, ‘’ kata Supri.

Menurut dia, banyak petani menggunakan solar untuk bahan bakar mesin penyedot air. Kalau pada musim penghujan penggunaan solar untuk pertanian menurun, karena petani mendapat pasokan air dari irigasi, sungai, waduk ataupun embung  dan air hujan

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Perdagangan dan Meterologi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Joko Suranto mengatakan, petani harus menggunakan surat untuk membeli solar di SPBU. Namun penjualan solar bersubsidi dari pemerintah itu dibatasi.

‘’Sampai saat ini aturan itu masih berlaku karena memang terkait dengan subsidi,’’ kata Joko. Menurut Joko, selama musim kemarau seperti sekarang, banyak petani menggunakan mesin penyedot air, untuk mengairi sawah.

Selain menggunakan solar, ada petani menggunakan gas elpiji ukuran tiga kilogram sebagai sumber bahan bakar mesin penyedot air. Namun untuk membeli gas elpiji subsidi ini para  petani tidak membutuhkan surat pengantar, seperti layaknya untuk membeli solar bersubsidi.


(Basuni Hariwoto/CN26/SM Network)