• KANAL BERITA

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Jateng

PASAR KLITIKAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi baru pasar klitikan di Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Kota Lama, belum lama ini. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, keberadaan tempat itu juga untuk meningkatkan pariwisata di Kota Semarang. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
PASAR KLITIKAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi baru pasar klitikan di Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Kota Lama, belum lama ini. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, keberadaan tempat itu juga untuk meningkatkan pariwisata di Kota Semarang. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di usianya yang ke-69 tahun, Pemprov Jateng mendapatkan tantangan dari Pemerintah Pusat untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 7%. Hal itu bukan pekerjaan mudah, mengingat pada lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Jateng belum pernah menembus 6%.

Pada 2016 hingga 2018 contohnya, pertumbuhan ekonomi Jateng berturut - turut berada pada angka 5,25%, 5,26%, dan 5,32%. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun siap mendukung untuk bisa mendongkrak perekonimian Jawa Tengah hingga bisa mencapai 7 persen.

''Saya optimistis, Gubernur Ganjar Pranowo mampu menjawab tantangan tersebut bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Kami dukung target pertumbuhan ekonomi Jateng hingga 7% pada 2023,'' tutur wali kota yang akrab disapa Hendi, kemarin.

Wujud nyata kebijakan Hendi di tingkat Jateng salah satunya dengan menggeser fokus aktivitas ekonomi di Kota Semarang. Semula Kota Semarang dikenal sebagai kota industri dengan sembilan kawasan industrinya. Kini bertransformasi menjadi sebuah kota yang fokus dalam aktivitas perdagangan dan jasa.

''Adanya upaya pengembangan dan peningkatakan sektor pariwisata yang masif di Kota Semarang beberapa tahun terakhir merupakan upaya untuk mewujudkan pergeseran aktifitas ekonomi tersebut,'' ungkap Hendi.

Pegeseran fokus aktivitas ekonomi tersebut juga berdampak pada peningkatan peluang wilayah hinterland Kota Semarang, seperti Kendal, Demak, Grobogan, dan Kabupaten Semarang. Daerah-daerah itu, mendapatkan investasi dari sektor industri.

''Diharapkan terjadi pemerataan ekonomi  dan kesejahteraan di Jateng. Dengan begitu lebih mudah untuk melakukan klasifikasi dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi,'' tutur Hendi.

Sebagai upaya sinergitas dalam mengembangkan potensi ekonomi yang ada tiap daerah, Pemkot Semarang pun telah menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan serta Kendal. Kerja sama difokuskan dalam pengembangan ekonomi melalui pembangunan interkoneksi antarkota dan kabupaten.

"Provinsi Jateng saat ini merupakan daerah yang sedang berkembang. Jadi merupakan pasar potensial untuk mendirikan industri. Kami fokus pada pengembangan sektor perdagangan dan jasa, daerah penyangga Semarang dapat menjadi pilihan dalam pengembangan kawasan industri," tambahnya.

Ekonomi

Hendi pun bercerita, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo membuka ruang komunikasi yang sangat besar pada dirinya. Ini untuk dapat bersama - sama mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

"Beliau menyampaikan kalau Jateng ditarget pertumbuhan ekonomi 7%, sehingga ingin agar Kota Semarang sebagai bagian dari Jawa Tengah mampu ikut mendongkrak. Dengan perkembangan Kota yang semakin hari semakin baik, didukung program pembangunan dari pusat, provinsi, serta investasi, saya yakin Semarang akan mampu menjadi wilayah yang memberikan kontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jaten," yakinnya.

Kota Semarang pada 2018 merupakan wilayah pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jateng dengan capaian 6,52%. Raihan tersebut merupakan yang tertinggi pada tujuh tahun terakhir. Sebelumnya Kota Semarang dalam urusan pertumbuhan ekonomi sempat tak mampu berkontribusi besar di Jateng.

Sebut saja pada 2012, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang di angka 5,97%. Angka ini bahkan lebih rendah dibanding Kabupaten Semarang yang sudah dapat mencapai 6,03%. Pasca 2012 itulah baru Kota Semarang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, hingga puncaknya mencatatakan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% di 2017 dan 2018.

''Selama menjabat sebagai Wali Kota Semarang, Ganjar Pranowo selalu memberikan kepercayaan padanya untuk mengambil kebijakan strategis di Kota Semarang tanpa mendikte. Ganjar merupakan sosok pimpinan yang sangat komunikatif. Jadi saya optimistis target itu bisa tercapai,'' tambahnya.


(Hendra Setiawan/CN39/SM Network)