• KANAL BERITA

Anak Diajak Peduli Lingkungan

SELESAIKAN KARYA: Ratusan orang peserta Lomba Melukis bertema “Biru Langitku, Hijau Bumiku. Selamatkan Bumi untuk Anak Cucu” sedang menyelesaikan karya mereka di halaman Pendapa Pujasera Alun-alun Bung Karno Ungaran, Rabu (14/8) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
SELESAIKAN KARYA: Ratusan orang peserta Lomba Melukis bertema “Biru Langitku, Hijau Bumiku. Selamatkan Bumi untuk Anak Cucu” sedang menyelesaikan karya mereka di halaman Pendapa Pujasera Alun-alun Bung Karno Ungaran, Rabu (14/8) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Ajakan untuk peduli lingkungan terus disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang. Hal itu masif dilakukan ke berbagai tingkatan usia, agar masyarakat paham tentang manfaat menjaga lingkungan seiring dengan pesatnya perkembangan pembangunan.

“Ajakan gerakan peduli lingkungan kita sampaikan juga ke anak-anak, salah satunya melalui lomba melukis bertema lingkungan hidup,” kata Kepala DLH Kabupaten Semarang, Nurhadi Subroto melalui Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Budi Santosa, Rabu (14/8) siang.

Demikian halnya dengan sosialisasi dan pemberian motivasi, lanjut dia, pun terus dilakukan ke berbagai sekolah, dinas, perusahaan, hingga lingkungan terkecil yakni RT. Dengan demikian, pihaknya yakin masyarakat Kabupaten Semarang akan lebih cinta terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Seiring meningkatnya jumlah penduduk, tentu pembangunan akan meningkat. Itu harus diimbangi dengan kepedulian lingkungan, anak sebagai generasi penerus diharapkan punya wawasan tentang lingkungan,” tandasnya.

Lomba melukis untuk SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Semarang kemarin, diikuti lebih dari 130 orang peserta. Mereka dibebaskan menuangkan ide, gagasan, kritik, dan kreativitasnya pada media kertas yang telah disediakan panitia. Adapun tema yang diangkat “Biru Langitku, Hijau Bumiku. Selamatkan Bumi untuk Anak Cucu”.

Sementara juri yang dilibatkan, diantaranya perwakilan dari DLH, Disdikbudpora Kabupaten Semarang Drs Bagus Sukoco MPd, unsur Kemenag Kabupaten Semarang Rahmi Rahayu SH MPdI, praktisi seni MA Sutikno, dan perwakilan dari Forkom Relinko Kabupaten Semarang Sugiharto.

“Karya dari peserta, nantinya hendak dipajang di DLH Kabupaten Semarang. Termasuk dijadikan bahan sosialisasi ke masyarakat,” imbuh dia.

Ketika ditanya pendampingan terhadap Program Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Semarang, Budi Santosa menerangkan, tahun ini pihaknya sudah mengusulkan beberapa sekolah. Meliputi SMKN H Moenadi Ungaran, SMA 1 Ungaran, SMP 2 Pringapus. Kemudian SD Tuntang 3, SD Langensari 2, SD Virgo Maria 2 Bawen, dan SD Mardi Rahayu Ungaran.

Data yang dihimpun menyebutkan, hingga 2018 setidaknya ada 16 SD sederajat, 9 SMP sederajat, dan 12 SMA sederajat yang tercatat sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Semarang. Sedangkan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah, SD sederajat ada 6, 3 SMP sederajat, dan 2 SMA sederajat. Kemudian Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional hingga 2018 di Kabupaten Semarang ada 4 SD sederajat, 2 SMP sederajat, dan 2 SMA sederajat.


(Ranin Agung/CN39/SM Network)