• KANAL BERITA

Ikuti Bimtek, Petani Milenial Diharap Kuasai Pemasaran Online

PETANI MILENIAL: Sejumlah petani muda mengikuti bimtek dan pelatihan dari Kementan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. (suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)
PETANI MILENIAL: Sejumlah petani muda mengikuti bimtek dan pelatihan dari Kementan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. (suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)

CILACAP, suaramerdeka.com – Petani milenial asal Kabupaten Cilacap mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis peningkatan kualitas petani Indonesia. Mereka digadang menjadi soko guru cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan pada tahun 2045.

Pelatihan dan bimbingan teknis dilakukan oleh Kementerian Pertanian dengan menggandeng Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma).

Ketua Bimbingan Teknis Polbangtan Yoma, Budi Wijayanto menjelaskan sejumlah materi disampaikan pada petani yang masih berusia muda tersebut. Seperti kebijakan pembangunan SDM pertanian Kabupaten Cilacap, kewirausahaan, dinamika dan penguatan kelompok, pemasaran online. Termasuk  digitalisasi pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian produksi tanaman pangan.

“Harapanya tak hanya menjadi petani yang biasa-biasa saja sekadar menanam tanaman. Tapi harus memiliki kemampuan kewirausahaan dan pemasaran online,” kata Budi Wijayanto, Rabu (14/8).

Pelatihan di Cilacap akan diadakan dalam dua tahap dan pesertanya petani dari beberapa kecamatan yang telah dibagi. Yakni tanggal 13-14 Agustus dan 21-22 Agustus.

Tindak lanjut dari bimbingan teknis, lanjutnya, adalah pembentukan kelompok usaha bersama untuk melakukan usaha tani modern yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan begitu diharapkan akan berdampak pada peningkatan kapasitas petani milenial menjadi berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis.

Kepala Seksi Metode dan Informasi Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Fery Puspito Aji menyampaikan beberapa upaya telah dilakukan untuk mendorong petani muda untuk berkarya di sektor pertanian. Seperti lapak petani, pengembangan desa agrowisata dan digitalisasi sektor pertanian.

Program lapak petani diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani, dengan memangkas jalur distribusi petani dapat menjual produknya dengan harga kompetitif. Peluang usaha di sektor pertanian sangat terbuka melalui modernisasi pertanian.

‘’Generasi muda petani merupakan kunci dan modernisasi adalah solusi untuk menarik generasi muda untuk terlibat dalam bisnis pertanian. Petani muda bisa sukses dengan keberanian memulai, melaksanakan ide yang out of the box dan aktif melibatkan masyarakat sekitar,’’ kata Fery.


(Hanung Soekendro/CN39/SM Network)