• KANAL BERITA

Merajut Kembali Persatuan Indonesia

UGM Gelar Kongres Pancasila

PADUAN SUARA: Ribuan pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam paduan suara menyanyikan lagu-lagu perjuangan pada Aubade Pancasila menjelang Kongres Pancasila.(suaramerdeka/dok)
PADUAN SUARA: Ribuan pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam paduan suara menyanyikan lagu-lagu perjuangan pada Aubade Pancasila menjelang Kongres Pancasila.(suaramerdeka/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Gubernur DIY, Hamengku Buwono X mengajak seluruh anak bangsa untuk merajut kembali persatuan Indonesia. Hal itu harus dijiwai semangat peduli dan berbagi serta bergotong royong antarsesama tanpa membeda-bedakan asal-usul suku, agama dan golongan.

"Merajut persatuan bukan hanya untuk Yogyakarta, yang sebatas dari lereng Merapi ke garis Pantai Samudera Hindia dan dari Puncak Suralaya ke tepian Pantai Sadeng tapi seluruh rakyat Indonesia," tandas Hamengku Buwono X di kampus UGM, petang kemarin.
        
Ia menegaskan pernyataannya di depan ribuan mahasiswa dan sivitas akademika yang mengikuti aubade Kongres Pancasila. Wakil Presiden Jusuf Kalla akan membuka secara resmi Kongres Pancasila, Kamis 15 Agustus 2019. Sejumlah pakar akan menyampaikan gagasannya terkait memaknai dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan Indonesia bukanlah sekadar gambar deretan pulau-pulau di peta dunia tetapi sebuah kekuatan dahsyat yang disegani bangsa-bangsa lain dengan penuh hormat. Ia minta seluruh rakyat bekerja sama mencapai prestasi bangsa yakni Indonesia maju yang gemilang.

Pada kesempatan tersebut ia sekaligus merasa prihatin karena sedikit orang yang memiliki perhatian terhadap tuntutan penerapan Pancasila sebagai ideologi praktis.

Ia menyebut nama Prof Mubyarto, cendekia yang peduli mengembangkan Ekonomi Pancasila. Namun, pemikiran itu miskin responsi dari kalangan intelektual lainnya. Begitu pula Koentowidjojo yang pergi meninggalkan sejumlah PR untuk mengembangkan Pancasila sebagai ideologi praktis.

Alami Kesulitan

Sedikitnya pemikir dalam mengembangkan pemikiran-pemikiran mengenai Pancasila menurut Hamengku Buwono X, menjadi wajar bila masyarakat Indonesia mengalami kesulitan dalam proses aktualisasi nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Pancasila perlu ditransformasikan ke bentuk dan model-model aplikatif.

''Pancasila tidak bisa hanya dijadikan ideologi yang berwajah mitos atau politis. Butuh kerja ekstra keras dari kalangan pemikir guna menjadikan Pancasila sebagai ideologi praktis agar setiap perbedaan dan konflik apa pun dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat, karena memiliki landasan nilai-nilai atas dasar prinsip musyawarah dan mufakat yang benar-benar hidup di masyarakat,'' tegasnya.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengajak seluruh rakyat menjaga semangat nasionalisme agar terus dan semakin bergelora. Ia minta anak bangsa tidak ragu membagikan semangat nasionalisme melalui berbagai media sosial dan lainnya.  

"Bersama-sama kita sebarkan kebenaran dan kebaikan serta perangi berita-berita bohong yang melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dari UGM, dari Yogyakarta, kita sebarkan semangat nasionalisme dan perkuat persatuan bangsa," tandasnya disambut tepuk tangan riuh peserta aubade.


(Agung Priyo Wicaksono/CN39/SM Network)