• KANAL BERITA

Tantangan Generasi Milenial Adalah Kurang Membaca

Foto: Dosen Untag Semarang yang juga pemerhati Pancasila, Dr Prihatin Tyanto P Hutomo MT (paling kiri, memegang mike) sebagai pembicara di Diskusi Prime Topic di Hotel Noormans. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Foto: Dosen Untag Semarang yang juga pemerhati Pancasila, Dr Prihatin Tyanto P Hutomo MT (paling kiri, memegang mike) sebagai pembicara di Diskusi Prime Topic di Hotel Noormans. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Terkait nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi milenial, Dosen Untag Semarang yang juga pemerhati Pancasila, Dr Prihatin Tyanto P Hutomo MT, mengurainya satu per satu dari generasi sebelum milenial. "Di Indonesia ini terbagi dalam tiga generasi. Generasi Baby Boomers yaitu yang lahir dari tahun 1940-1960-an, dan tantangan generasi ini adalah fisik. Karena sempat mengalami zaman pertempuran fisik. Kemudian generasi X adalah yang lahir dari 1960-1980, tantangannya adalah pendewasaan sikap. Serta generasi milenial yang lahir tahun 1980-ke atas dengan tantangan berupa teknologi informasi," kata Prihatin, dalam Diskusi Prime Topic yang digelar MNC Trijaya FM Semarang, dengan tema: Nasionalisme-Patriotisme Era Milenial, di Bahana Room, Hotel Noormans Semarang, Rabu (14/8).

Bagi generasi milenial, lanjut Prihatin, semua serba cepat. Sekali sentuh, langsung apa yang diinginkan bisa terwujud. Contoh adanya aplikasi di smartphone. "Namun hendaknya dengan teknologi informasi yang semakin canggih bagi generasi milenial ini, yang perlu diwaspadai adalah bagaimana agar tidak keluar dari jati diri bangsa itu sendiri. Ini yang jadi persoalan," tambahnya.

"Hal itu semakin diperparah dengan minimnya minat baca generasi milenial. Mereka cuma bisa membaca melalui smartphone, tanpa mau menambah pengetahuan sejarah dari buku-buku lainnya. Sehingga banyak generasi milenial yang termakan info hoax," pungkasnya.


(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)