• KANAL BERITA

Pelajar SMP 13 Adu Kreasi Daur Ulang Sampah Plastik

Peringati Hari Pramuka

Pelajar SMP 13 Magelang mengkreasikan sampah plastik menjadi karya seni dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-58 tahun 2019. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Pelajar SMP 13 Magelang mengkreasikan sampah plastik menjadi karya seni dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-58 tahun 2019. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Ratusan pelajar SMP 13 Magelang memiliki cara unik dalam memperingati Hari Pramuka ke-58 tahun 2019, Rabu (14/8). Mereka berlomba mengkreasikan daur ulang sampah, utamanya plastik yang dewasa ini menjadi isu menarik di dunia.

Usai upacara, para pelajar dari kelas 7-9 ini berkumpul di aula sekolah. Mereka membentuk kelompok dengan total 24 tim masing-masing lima orang per kelompok. Tiap kelompok bebas berkreasi dengan sampah plastik, seperti dibuat bunga, vas bunga, miniatur akuarium, dan lainnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rovky Verdiwan SPd mengatakan, lomba kreasi daur ulang sampah ini guna menanamkan dalam pola pikir siswa dalam melihat sampah plastik. Sampah plastik tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tapi bisa dibuat kreasi yang unik dan bernilai.

“Anak-anak di sini berpikir kalau sampah itu ternyata bisa bernilai juga. Tidak hanya bernilai seni, tapi juga bernilai jual. Kalau hasil kreasinya bagus, pasti laku dijual,” ujarnya di sela lomba.

Dia menuturkan, kreasi ini juga seiring dengan sekolahnya yang menyandang predikat sekolah adiwiyata nasional atau sekolah yang berwawasan lingkungan. Termasuk upaya mengurangi produksi sampah plastik yang dikenal sangat lama dalam proses penguraian.

“Daur ulang sampah ini sebenarnya sudah rutin kami terapkan di sekolah. Termasuk kita siapkan pemilahan sampah di kotak yang tersedia. Begitu pula kita sudah punya tempat pengolahan sampah organik menjadi pupuk,” katanya.

Karya siswa ini, katanya, dinilai oleh tim penilai dan ditentukan para juaranya dengan hadiah uang pembinaan. Selain itu, karya kreatif ini juga akan dipajang di sekolah sebagai bukti kalau para pelajar benar-benar menerapkan prinsip sekolah adiwiyata.

“Kita pajang di sekolah agar mereka juga bangga dengan karyanya. Selain lomba ini, di Hari Pramuka juga kita adakan bakti sosial bagi-bagi sembako sebanyak 90 paket berisi beras, gula, mi, dan minyak goreng,” jelasnya.

Vionna, salah satu peserta lomba dari kelas 8 mengaku, sangat antusias mengikuti lomba kreasi daur ulang sampah plastik ini. Ia dan timnya pun membuat bunga berbahan plastik botol air mineral dengan dicat warna-warni.

“Ternyata mengolah sampah plastik menjadi bunga ini asyik juga. Jadi kepingin juga untuk membuatnya di rumah. Bagus untuk mengurangi sampah plastik, sekaligus menjaga lingkungan kita menjadi lebih bersih,” ungkapnya.


(Asef Amani/CN40/SM Network)