• KANAL BERITA

Kemarau, Risiko Kebakaran Meningkat

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Masyarakat diimbau mewaspadai kejadian kebakaran yang beresiko meningkat selama musim kemarau. Terhitung sejak kurun waktu April hingga pertengahan Agustus ini tercatat setidaknya 64 insiden kebakaran terjadi di wilayah Sleman.

Kasus kebakaran paling tinggi ada di Kecamatan Mlati, dan Depok. Sementara tahun lalu dilaporkan sebanyak 142 kasus kebakaran, dan tidak sampai memakan korban jiwa. Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Kebakaran Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman Suwandi mengatakan, kejadian kebakaran sebagian besar disebabkan korsleting listrik.

Faktor penyebab lainnya adalah ledakan kompor, lalai mematikan lilin, dan sembarangan membuang puntung rokok. "Musim kemarau ini masyarakat perlu lebih berhati-hati dengan resiko kebakaran. Terutama saat membakar sampah, pastikan api tidak merembet," ujar Suwandi kepada wartawan.

Pihak Damkar Sleman mengklaim sudah cukup intens melakukan sosialisasi terkait musibah kebakaran. Sosialisasi dilakukan lewat penyuluhan secara langsung maupun melalui media sosial dan website. Damkar sendiri saat ini didukung 42 personel operasional yang dibagi dalam empat regu.

Menyikapi adanya aksi penipuan tentang laporan kebakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, pihaknya memiliki kiat untuk menghindari hal itu. Sesuai standar operasional prosedur, setelah menerima informasi kebakaran melalui telepon, radio komunikasi, maupun handy talky, petugas akan meminta pelapor menyebutkan identitas, nomor telepon, lokasi kejadian, dan obyek kebakaran. 

"Itu langkah antisipasi kami. Sebab sering terjadi pelapor yang identitasnya tidak jelas, setelah petugas tiba lokasi ternyata tidak ada kebakaran," papar dia.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman Sutriyanta menambahkan selain sosialisasi, pihaknya juga telah melakukan pelatihan penanganan kebakaran kepada anggota linmas dan masyarakat. Disamping itu juga melakukan pengawasan di tempat-tempat tertentu seperti toko, pabrik, dan hotel.


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)