• KANAL BERITA

500 Anggota Jasa Konstruksi Gabung dalam IUJK Online Mandiri

Percepat Izin Usaha Jasa Konstruksi

Foto: suaramerdeka.com / M Arif Prayoga
Foto: suaramerdeka.com / M Arif Prayoga

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua Gapensi Kota Semarang, Devri Alfiandy, mengatakan, hingga saat ini telah ada sebanyak 500 anggota jasa konstruksi yang tergabung dalam organisasi Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Online Mandiri. Dia mengapresiasi kehadiran IUJK Online Mandiri yang disebutnya mampu membantu mempercepat proses perizinan usaha jasa konstruksi di Kota Semarang.

"IUJK Online Mandiri merupakan terobosan yang bagus karena mempercepat keluarnya dokumen sah. Bagi kami, ini layaknya sebuah ''SIM'' yang harus dimiliki oleh perusahaan jasa konstruksi. Mereka yang tidak punya IUJK akan dianggap melanggar aturan," ungkap dia.

Terkait tingkat keselamatan kerja, pihaknya terus berusaha untuk berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Program yang ada, kata dia, sebenarnya hanya meneruskan dari program sebelumnya pada usaha jasa konstruksi. "Ini merupakan kelanjutan dari Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Astek). Kami hanya berusaha taat kepada aturan yang ada, dengan cara mengikuti regulasi," terang dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Suwilwan Rachmat, mengatakan, pihaknya merupakan lembaga resmi yang mendapatkan amanah dari pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Berkaitan dengan jasa konstruksi, maka setiap proyek yang memperkerjakan buruh atau pekerja harus mendapatkan perlindungan terhadap resiko kecelakaan kerja.

"Jadi para kontraktor atau pemilik proyek tidak perlu memikirkan lagi, saat telah mendaftarkan pekerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan. Di sini negara telah hadir dalam memberi perlindungan resiko kecelakaan kerja, baik yang menimbulkan kecacatan maupun kematian. Resiko kecelakaan kerja yang harus ditangani rumah sakit seperti pembiayaan, akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan," tutur dia.

Adapun pelaksanaannya di Kota Semarang, Suwilwan Rachmat mengaku, Pemkot telah mengimbau kepada kontraktor agar mendaftarkan atau melaporkan proyeknya di awal pekerjaanya. Hal tersebut sudah berlangsung dengan baik.

''Hari pertama ada tukang yang telah bekerja, maka perlindungan harus langsung sudah berjalan. Jika tidak seperti itu, bila terjadi kecelakaan kerja maka resikonya tidak bisa langsung ditanggung atau ditangani karena belum terdaftar. Walaupun itu nantinya juga harus dilaporkan, karena menjadi tanggung jawab perusahaan,'' ucap dia.


(Muhammad Arif Prayoga/CN26/SM Network)