• KANAL BERITA

Kirim Mahasiswa ke Filipina, UPGRIS Bangun Kultur Internasional

LEPAS MAHASISWA: Rektor UPGRIS Muhdi saat melepas mahasiswanya ke Filipina untuk mengikuti Mahasiswa Credit Transfer di ruang Rektorat. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)
LEPAS MAHASISWA: Rektor UPGRIS Muhdi saat melepas mahasiswanya ke Filipina untuk mengikuti Mahasiswa Credit Transfer di ruang Rektorat. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengirimkan enam mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika ke Don Mariano Marcos Memorial University State di Filipina.

Selama satu semester atau enam bulan, mereka akan menimba ilmu dan mencari pengalaman baru lewat program Mahasiswa Credit Transfer.  Selain meningkatkan kapasitas dan kemampuan berbahasa Inggris yang dikuasai mahasiswa, pengiriman mahasiswa ini upaya UPGRIS membangun kultur internasional.

"Mahasiswa Credit Transfer ini program yang difasilitasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, ada 50 universitas yang memperoleh hibah, termasuk UPGRIS salah satunya. Tentunya ini merupakan prestasi yang baik, UPGRIS tiap tahun untuk dilibatkan dalam program ini," kata Rektor UPGRIS Dr Muhdi MHum di sela-sela pelepasan enam mahasiswa di Rektorat, Selasa (13/8).

Mahasiswa yang mengikuti program ini harus punya minat serta mampu memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan. Menurut dia, kesempatan pergi ke Filipina harus mampu dimanfaatkan untuk belajar dengan baik. Mereka harus mempu menyerap ilmu yang diajarkan, sehingga bisa kembali ke tanah air dengan rasa percaya diri.

Sebelumnya, UPGRIS juga telah menjalankan program SEA Teacher dengan mengirimkan mahasiswa ke Filipina. Hal ini upaya universitas dalam membangun kultur internasional. Dalam beberapa kali kesempatan, UPGRIS juga bakal menerima mahasiswa dari luar negeri untuk mengikuti perkuliahan di UPGRIS.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional UPGRIS Dr Nur Hidayat MHum mengatakan, keenam orang Mahasiswa Credit Transfer itu sudah melalui fase seleksi, hingga sampai diputuskan enam orang tersebut. "Kami sudah melakukan pembekalan, baik bahasa Inggris  maupun pemahaman sosial budaya supaya di tempat baru bisa segera menyesuaikan diri," tandasnya.

Program mahasiswa keluar negeri ini awalnya hanya diikuti prodi Pendidikan Bahasa Inggris, tapi sekarang sudah banyak diikuti program studi lainnya, seperti Matematika.


(Royce Wijaya/CN26/SM Network)