• KANAL BERITA

Posko Penanggulangan Bencana Kebakaran Dibentuk BPBD Temanggung

Patroli Gabungan Dilakukan di Sekitar Gunung Sumbing

BERI KETERANGAN: Plt Kalak BPBD Temanggung, Gito Walngadi memberikan keterangan kepada awak media, belum lama ini. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)
BERI KETERANGAN: Plt Kalak BPBD Temanggung, Gito Walngadi memberikan keterangan kepada awak media, belum lama ini. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengaku akan membuat pos komando (posko) penangulangan bencana kebakaran di lereng Gunung Sumbing, yang masuk wilayahnya. Bersama personel gabungan lain, pihaknya akan gencar melakukan patroli di sejumlah wilayah Gunung Sumbing, guna mengantisipasi kobaran api dari wilayah Wonosobo dan Magelang, merembet ke wilayah Temanggung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Temanggung, Gito Walngadi menyebutkan, terkait informasi kebakaran hutan di wilayah Wonosobo dan Magelang hingga Selasa (13/8), pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama Kapolres Temanggung Wiyono Eko Prasetyo dan Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf AY David Alam serta SAR dan jajaran lainnya.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan merembet ke wilayah Temanggung, komunikasi antarpemanggku kepentingan di Temanggung memang sengaja diperkuat. Hasil rapat koordinasi, pihaknya sepakat menerjunkan personel guna melakukan patroli wilayah, agar mereka bisa melaporkan secara cepat jika ada kemungkinan api yang membakar kawasan Gunung Sumbing lereng selatan merembet ke wilayahnya.

Selain patroli, upaya pembuatan posko juga rencananya bakal segera dibentuk di wilayah Kecamatan Kledung. Pembuatan posko diperlukan, agar pihaknya bisa segera menyiagakan personel gabungan, guna memantau perkembangan update bencana kebakaran dari wilayah tetangga, serta hasil pemantauan kemungkinan adanya titik api di wilayah kabupaten berslogan 'Bersenyum' tersebut.

Di wilayah Temanggung sendiri sudah dibangun pos pemantauan dan pengawasan kebakaran hutan, di Desa Kledung Kecamatan Kledung, Desa Bansari Kecamatan Bansari dan Desa Banaran Kecamatan Bulu.

Pihaknya menghimbau, masyarakat atau petani yang berada di lereng gunung atau berdekatan dengan hutan, agar tidak melakukan pembersihan dan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta para pendaki tidak membuat perapian. Pasalnya, kondisi hutan dan lahan di gunung sangat kering dan rawan sekali terjadi kebakaran.


(M Abdul Rohman/CN26/SM Network)