• KANAL BERITA

Menhan: Mahasiswa yang Kelak Selamatkan Indonesia dari Paham Terlarang

foto: istimewa
foto: istimewa

SOLO, suaramerdeka.com - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan, bahwa khilafah tidak dapat diterima di Indonesia. Selain itu dia menambahkan, bahwa mahasiswa yang kelak bisa selamatkan Indonesia dari paham radikal, khilafah, hingga terorisme atau bisa disebut paham terlarang.

Hal itu disampaikan Menhan saat memberi kuliah umum bagi mahasiswa baru di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

"Mungkin khilafah paling benci sama saya, saya ngomong terus, tapi nggak apa-apa. Yang penting bangsa ini selamat. Yang menyelamatkan bangsa Indonesia ini 30 tahun ke depan ya kalian semua. Makanya kalian harus betul-betul mempraktikkan ini," ujar Ryamizard, Selasa (13/8).

Menurutnya, pemunculan paham khilafah pertama kali di jazirah Arab. Paham tersebut awalnya digunakan oleh bangsa Barat untuk memecah peradaban Ottoman Turki Utsmani dengan bekerja sama dengan Syekh Muhammad bin Abdul Wahab.

"Mereka mulai mengkafirkan semua golongan selain kelompoknya, menolak tafsir Al Quran yang menurutnya mengandung bid'ah. Mula-mula menyerang Syiah, sufi, lalu ahlussunnah. Kita ini ahlussunnah," ujar dia.

Hingga kini, kata Ryamizard, paham tersebut sudah ditolak di 21 negara. Seperti Mesir, Yordania, Arab Saudi, Malaysia, dan Indonesia.

"Wajah Islam Indonesia penuh damai. Semuanya, Islam membawa rahmat di seluruh muka bumi, menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi. Kedamaian Islam memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia," pungkasnya.

 


(Red, DTC/CN40)