• KANAL BERITA

Instiper Yogyakarta Siap Cetak Mahasiswa Profesional

Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Ir Harsawardana M.Eng (jas hitam) menyerahkan kenang-kenangan kepada Ir R Aziz Hidayat MM, Kepala Sekretariat Komisi ISPO Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI. (Foto : suaramerdeka.com/dokumen)
Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Ir Harsawardana M.Eng (jas hitam) menyerahkan kenang-kenangan kepada Ir R Aziz Hidayat MM, Kepala Sekretariat Komisi ISPO Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI. (Foto : suaramerdeka.com/dokumen)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai perguruan tinggi perkebunan Instiper, Yogyakarta, jauh-jauh hari telah menyikapi perkembangan industri 4.0 dengan penuh keseriusan dan bertanggungjawab. Dengan harapan, mahasiswa serta lulusan Instiper bisa menjawab tantangan tersebut dengan terampil dan profesional.

Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Ir Harsawardana MEng saat memberikan kuliah dan ceramah kebangsaan bagi mahasiswa baru Instiper tahun akademi 2019-2020 di Grha Instiper Yogyakarta, Selasa (13/8). Pada tahun 2019-2020 ini, Instiper menerima mahasiswa baru 750 orang yang terdiri dari 629 laki-laki dan 121 orang perempuan.

Dari jumlah tersebut, 118 orang atau 16 persen merupakan mahasiswa baru penerima measiswa ikatan dinas dari perusahaan mitra Instiper. Adapun 118 ini, 80 orang merupakan mahasiswa baru penerima beasiswa dari Smart Planters.

Sementara 3 orang dari PT Asian Agri, 1 orang dari PT Aditya Agoindo, 31 orang dari PT RAPP, dan 3 orang dari PT Toba Pulp Plantation, serta 7 orang merupakan penerima beasiswa Bidikmisi. Para mahasiswa baru ini, berasal dari 31 propinsi yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut Harsawardana mengatakan, untuk menjawab perkembangan industry 4.0 maka Instiper perlu menambah konten 'information and technology' (IT) pada setiap mata kuliah yang merupakan langkah awal peningkatan kapasitas mahasiswa.

Selain itu, lanjut dia, Instiper juga telah memiliki berbagai pusat riset di bidang perkembangan teknologi salah satunya Airica ('Articial Intellegence Research and Innavation Center for Agroindustry'). ''Mahasiswa baru kali ini, paling banyak datang dari Sumatera Utara yang jumlahnya ada 204 orang,'' katanya.

Sedangkan jumlah mahasiswa terbanyak kedua, adalah dari Propinsi Riau ada sekitar 165 orang dan ketiga dari Jawa Tengah ada sebanyak 67 orang. ''Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019-2020 paling banyak datang dari Sumatera Utara,'' katanya lagi. 

Sementara Betti Yuniasih, Kabag Humas Instiper Yogyakarta, mengatakan, mahasiswa baru tersebut telah melakukan serangkaian acara orientasi kenal kampus dan kebun (OKKBUN) sejak 6 Agustus 2019 berupa tes kesehatan, pelatihan kedisiplinan, pengenalan UKM dan kelembagaan mahasiswa.


(Sugiarto/CN19/SM Network)