• KANAL BERITA

Lima Putra Mbah Moen Berangkat ke Makkah

DERETAN KARANGAN BUNGA: Deretan karangan bunga duka cita meninggalkan KH Maimoen Zubair dari Presiden, Panglima TNI, Kapolri, para menteri hingga rakyat biasa berjajar panjang sepanjang jalan raya Sarang-Rembang hingga jalan kampung menuju kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang Rembang. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
DERETAN KARANGAN BUNGA: Deretan karangan bunga duka cita meninggalkan KH Maimoen Zubair dari Presiden, Panglima TNI, Kapolri, para menteri hingga rakyat biasa berjajar panjang sepanjang jalan raya Sarang-Rembang hingga jalan kampung menuju kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang Rembang. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

REMBANG, suaramerdeka.com – Lima putra KH Maimoen Zubair berangkat ke Tanah Suci Mekkah untuk menziarahi makam ayahnya yang Selasa lalu (6/8) meninggal dan dimakamkan di Ma’la.

Lima putra Mbah Moen yang terbang ke Arab Saudi menurut santri senior dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar, Sarang, Rembang, Mohammad Najib Buchori Masruri, yaitu Gus Yasin (Wakil Gubernur Jateng), Gus Kamil (Ketua DPRD Kabupaten Rembang), Gus Rouf (Kepala Lembaga Muhadlarah Al-Anwar), Ning Rodliyah (istri Gus Anam) dan putra menantu Gus Zuhrul Anam (Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh El-Islamy, Leler, Kebasen, Banyumas).

Selain berziarah, kemungkinan besar mereka akan menunaikan ibadah haji yang mendekati prosesi puncak yaitu wukuf di Padang Arafah. Menurut Nadjib, sesaat sebelum wafat, Mbah Moen sempat mendapat perawatan di RS An-Noor, Makkah ditungguin istrinya, Bu Nyai Mastiah, santri senior sekaligus ajudan yaitu Asyrofi dan Gus Aufa salah satu putranya.

Sementara itu ribuan pentakziah dari berbagai daerah kemarin berdatangan ke rumah duka di kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang. Mereka yang datang secara bergelombang dari pagi hingga malam diterima Gus Wafi Maimoen.

Banyaknya pentakziah membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Sarang-Tuban menjadi tersendat. Untuk mengurai kemacetan para santri dan anggota Banser serta aparat kepolisian membuat kantong-kantong parkir di sekitar pondok.

Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng kemarin datang ke rumah Mbah Moen dipimpin Ketua Dewan Pertimbangan Drs H Ali Mufiz MPA dan Wakil Ketua Umum Prof Dr H Ahmad Rofiq MA. Hadir pula mantan Wagub yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng Drs H Achmad, Rektor Unwahas Prof Dr H Mahmuhtarom, Wakil Ketua Baznas Jateng Drs H Zain Yusuf MM, KH Musta’in dan H Satriyan Abdurrahman.

Perwakilan dari Pondok Pesantren dan pengelola masjid juga hadir memberikan ucapan duka. Perwakilan PT Djarum HM Sholeh, Ketua Takmir Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman KH Khammad Maksum juga terlihat diantara ribuan pentakziah.

Mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz kepada putra Mbah Moen Gus Wafi mengatakan, nilai-nilai persatuan dan kebangsaan yang ditanamkan Kiai Maimoen sangat luar biasa. Misalnya Mbah Moen berpesan bila bangsa Indonesia ingin kuat dan sejahtera supaya berpegangan erat PBNU. Yang dimaksud bukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tetapi singkatan dari Pancasila, Bhineka Tunggak Ika, NKRI dan Undang-undang Dasar 1945.

"Ajaran itu patut ditularkan kepada anak cucu," kata Ali Mufiz.

Ratusan umat Islam, Selasa lalu mengikuti shalat gaib di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang.

BERDOA UNTUK MBAH MOEN: Pembacaan doa di rumah Mbah Moen, Kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang dipimpin Wakil Ketua Umum MUI Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA. Tampak Gus Wafi, salah satu putra KH Maimoen Zubair.(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
BERDOA UNTUK MBAH MOEN: Pembacaan doa di rumah Mbah Moen, Kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang dipimpin Wakil Ketua Umum MUI Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA. Tampak Gus Wafi, salah satu putra KH Maimoen Zubair.(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

Sekeretaris pengelola MAJT KH Muhyiddin menjelaskan, pembacaan tahlil dipimpin Ketua MUI Jateng dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Semarang, KH Kharis Shodaqoh dan doa dipimpin KH Khanief Ismail Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang. Sedang tausiyah disampaikan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji dan Drs H Ali Mufiz MPA.

Karangan Bunga

Sementara itu ratusan karangan bunga duka cita berjejer di sepanjang jalan Sarang-Rembang hingga di halaman pondok pesantren Al-Anwar. Tampak karangan bunga dari Presidem Jokowi, Wakil Presiden, Panglima TNI, Kapolri, para menteri, Gubernur, bupati/wali kota dan lain-lain.

Gang sempit menuju kediaman Mbah Moen penuh sesak dengan pentakziah yang dating menyampaikan ungkapan belasungkawa.   

Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Imam Taufiq MAg ikut belasungkawa dan amat berduka atas wafatnya KH Maimoen Zubair di Makkah Al Mukaromah, Selasa (6/8). Mbah Maimun dikenal sebagai ulama kharismatik yang menjadi rujukan semua warga bangsa Indonesia dan dunia dalam hal agama dan kebangsaan.

"UIN Walisongo sangat kehilangan poros bumi yang menjadi tiang keagamaan dan keindonesiaan" tegas Imam Taufiq.

Mbah Maimun, lanjutnya, ikut menjaga kokohnya Indonesia dan dunia. Beliau selain ulama juga seorang figur yang sejuk, arif, wira'i dan penyebar kedamaian.

UIN Walisongo sebagai kampus yang berbasis riset sangat mengapresiasi dan merasakan model dakwah Mbah Maimun. Beliau jadi tauladan bangsa Indonesia dalam menjadikan negara Pancasila yang diejawantahkan dalam berbagai kehidupan bermasyarakat.

Dakwah model Mbah Maimoen sangat menyentuh hingga basis masyarakat karena menggunakan bahasa yang khas pesantren, yang bisa diterima oleh kalangan manapun, bahkan tingkat elit beliau dapat memberikan pencerahan dalam merajut bangsa Indonesia menjadi negara yang damai dan rukun.


(Agus Fathuddin/CN39/SM Network)