• KANAL BERITA

Pasar Kedungwuni Pesaing Pasar Klewer

PELETAKAN BATU : Bupati Pekalongan meletakan batu pertama pembangunan Blok D, E dan I pembangunan Pasar Kedungwuni. (suaramerdeka.com / Nur Khaeruddin)
PELETAKAN BATU : Bupati Pekalongan meletakan batu pertama pembangunan Blok D, E dan I pembangunan Pasar Kedungwuni. (suaramerdeka.com / Nur Khaeruddin)

KAJEN, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun tiga pasar berskala sedang dan besar, pertengahan tahun ini, yakni Pasar wiradesa, Pasar Sragi, dan Blok D, E serta I Pasar Kedungwuni.

Ketiganya dibangun serentak, dan peletakan batu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Wakil Bupati Arini Harimurti, Sekda Mukaromah Syakoer, Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) A Syaeful Anwar dari Kejaksaan Negeri Kajen, serta Kepala Dinperindagkop UMKM, HB Riyantini.

Bupati Asip Kholbihi menyebut pembangunan pasar sebagai salah satu kegiatan percepatan roda perekonomian masyarakat. Salah satunya Pasar Kedungwuni dibangun dengan skala besar dan mampu bersaing dengan Pasar Klewer dan Tanah Abang Jakarta. "Tahun 2020-2021 masih dianggarkan lagi sekitar Rp 10 miliar termasuk membangun masjid, drainase, dan jalan. Eranya sekarang sudah berubah, lingkungan ini harus bersih, pasarnya harus baik,’’ kata bupati.

Target pembangunan pasar Kedungwuni selesai akhir 2019. Setelah itu pedagang pasar darurat akan dipindah, namun sebelumnya akan ditata sesuai zonasi penjualaan. "Pasar Kedungwuni ini akan kita jadikan pasar terbesar di Kabupaten Pekalongan. Transaksi komoditasnya tidak hanya lokal tetapi para pembelinya banyak datang dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan bahkan dari luar negeri seperti Malayasia," tutur Asip.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu menyebut, Pasar Kedungwuni harus ditata agar berkualitas dan pedagang untung. Di samping itu, Kedungwuni dekat dengan daerah produksi, di tengah-tengah produksi pakaian, sehingga  memiliki keunggulan harga komoditas.

"Harga-harga di Pasar Kedungwuni adalah dari tangan pertama, sehingga dapat bersaing dengan pasar-pasar  besar, seperti pasar Tanah Abang, Pasar Klewer Solo. Saya optimistis pasar ini akan menjadi pasar besar," lanjut bupati.

Sementara Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan HB Riyantini menyampaikan, pembangunan Pasar Kedungwuni Blok D, E, dan I dianggarkan Rp 28 miliar dari APBD Kabupaten Pekalongan.


(Nur Khaeruddin/CN26/SM Network)