• KANAL BERITA

10 PSK Terjaring Razia di Pantai Larangan

DIDATA: Petugas Satpol PP Kabupaten Tegal mendata PSK hasil razia di Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat. (suaramerdeka.com / Dwi Putra GD)
DIDATA: Petugas Satpol PP Kabupaten Tegal mendata PSK hasil razia di Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat. (suaramerdeka.com / Dwi Putra GD)

KRAMAT, suaramerdeka.com – Satpol PP Kabupaten Tegal bertindak cepat merespons keluhan masyarakat yang disampaikan lewat Ketua DPRD Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyairozi,  terkait dugaan praktik prostiusi terselubung di Pantai Larangan di Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat.

Pada Rabu (17/7) petang, puluhan anggota Satpol PP merazia warung remang yang diduga menyediakan Perempuan Seks Komersial (PSK). Razia mengamankan sedikitnya 10 wanita yang diduga sebagai wanita kupu-kupu malam. "Ada 10 wanita yang kami jaring. Mereka sedang mangkal di warung-warung di tepi Pantai Larangan," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Berlian Adjie, melalui Kabid Trantibum Susworo, Kamis (18/7).

Menurut Susworo, dari 10 wanita itu, hanya sembilan orang yang dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Solo. Sedangkan 1 orang lainnya, tidak memenuhi syarat karena mengidap penyakit menahun.  "Hanya satu orang yang tidak kami bawa ke Solo karena sedang menjalani pengobatan," ucapnya.

Susworo menyatakan, saat melakukan razia itu, anggotanya bersitegang dengan seseorang yang mengaku bertugas sebagai wartawan. Oknum itu meminta agar wanita di warung tersebut tidak dibawa ke kantor Satpol PP. "Dia menghalang-halangi kami. Tapi kami tetap melaksanakan tugas kami sebagai penegak Perda," katanya.

Susworo menambahkan, razia tidak hanya di sekitar Pantai Larangan, tapi menyasar ke sejumlah panti pijat di sepanjang Jalan Pantura. Pihaknya menemukan sebuah panti pijat tidak berizin dan tidak bersertifikasi. Para terapis juga tidak menggunakan seragam. "Razia ini akan kami lakukan rutin. Kami tidak akan terpancing dengan iming-iming dari mereka. Kalau mereka salah, akan kami tertibkan," tandasnya


(Dwi Putra GD/CN26/SM Network)