• KANAL BERITA

Rusak, Bendung Karet Tirtonadi Didesain Ulang

PENGENDALI BANJIR  : Bendung karet Tirtonadi menjadi salah satu bangunan pengendali banjir di Kota Solo. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)
PENGENDALI BANJIR : Bendung karet Tirtonadi menjadi salah satu bangunan pengendali banjir di Kota Solo. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com  - Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) medesain ulang sejumlah titik bendung karet Tirtonadi, guna memperkuat konstruksi bendungan dan mengakomodasi aktivitas para pengunjung. Sebelumnya, sejumlah titik mengalami kerusakan akibat pengunjung membeludak.  BBWSBS mengaku kerusakan itu tidak diprediksi sebelumnya. Pihaknya menduga, aktivitas masyarakat di bendung itu hanya untuk berwisata.

‘’Kami mengira pengunjung hanya berjalan-jalan atau sekadar duduk-duduk. Ternyata ada beberapa kegiatan yang melibatkan ratusan orang,’’ kata Kabid Pelaksana Jaringan Sumber Air BBWBS, Heriyantono Waluyadi, Jumat (18/7).

Dia menerangkan, perbaikan kerusakan di jalur pedestrian bendung sisi utara tersebut ditargetkan selesai dua bulan mendatang. Adapun kerusakan terdeteksi sejak Maret, berupa retakan sepanjang sekitar 100 meter.

Pedestrian rusak akibat kegiatan massal. Penguatan dinding ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kenyamanan bagi pengunjung, dan segala aktivitas di sana bisa aman. ‘’Mudah-mudahan dua bulan mendatang sudah bisa dibuka lagi untuk publik. Sekarang masih dilakukan pemeliharaan oleh kontraktor,’’ katanya.

Perbaikan kerusakan jalur pedestrian sisi utara bendung karet Tirtonadi dimulai sejak April. Perbaikan kerusakan itu menjadi tanggung jawab rekanan, lantaran masa pemeliharaan masih berlangsung saat kerusakan tersebut terdeteksi sebulan sebelumnya.

Heriyanto menambahkan, proses penguatan itu juga diperlukan guna menahan limpahan air dari hulu Kali Pepe, saat permukaan air meningkat. ‘’Kalau alirannya tinggi, pintu airnya dibuka supaya airnya bisa mengalir ke hilir. Dengan demikian tidak terjadi genangan di hulu,’’ jelas dia.


(Agustinus Ariawan/CN26/SM Network)