• KANAL BERITA

Polres Banjarnegara Tangkap Sopir Travel Pengguna Sabu

KETERANGAN PERS: Wakapolres Banjarnegara Kompol Totok Erwanto didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Akbarul Hamzah menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu oleh seorang sopir travel. (suaramerdeka.com / Castro Suwito)
KETERANGAN PERS: Wakapolres Banjarnegara Kompol Totok Erwanto didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Akbarul Hamzah menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu oleh seorang sopir travel. (suaramerdeka.com / Castro Suwito)

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Satuan Resnarkoba Banjarnegara berhasil menangkap MR (26), warga Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara. Sopir travel jurusan Banjarnegara-Jakarta ini diketahui mengonsumsi dan membawa narkoba jenis sabu.

Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa melalui Wakapolres Kompol Totok Erwanto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya sopir travel yang mengonsumsi narkoba jenis sabu. “Informasi yang kami terima, sopir tersebut setiap mengantar penumpang sering mengonsumsi sabu,” katanya.

Atas informasi tersebut, petugas melakukan pengintaian dan penyelidikan. Pada hari Senin (8/7) lalu, tim dari Satuan Resnarkoba petugas yang sudah mengetahui jadwal kedatangan travel yang dikendarai pelaku, menunggu di Jalan Desa Merden, Kecamatan Purwanegara. Sekira pukul 8.30, ada mobil travel yang menurunkan penumpang.

“Sopir ikut turun membantu membawakan barang penumpang. Petugas mengamati ciri-ciri sopir tersebut ternyata sesuai dengan yang disampaikan informan, lalu dilakukan penangkapan,” jelasnya.

Wakapolres menyatakan, pelaku sempat membuang sesuatu ketika didatangi petugas. Setelah digeledah dan diinterogasi, dia mengakui mengonsumsi sabu saat berangkat ke Jakarta sehari sebelumnya. “Bungkusan yang dibuang tersebut ternyata berisi sabu seberat 0,05 gram langsung diamankan sebagai barang bukti,” terangnya.

Berdasarkan penuturan pelaku, barang haram tersebut diperoleh dari Jakarta melalui transaksi transfer uang dan kemudian barang dikirim ke alamat. Atas perbuatannys, pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan maksimal 12 tahun.


(Castro Suwito/CN26/SM Network)