• KANAL BERITA

Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah

Oleh: Dr KH Ahmad Darodji MSi

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

CUKUP pendek kalimat pitutur di atas, tetapi maknanya amat bernas, apalagi saat pitutur ini dihidangkan. Rukun, bersahabat, bersatu akan membuat hidup menjadi sentosa (kuat),  sedang bermusuhan akan membuat hidup menjadi sengsara.

Tidak terlalu sulit menjelaskan hal ini, karena setiap kita keseharian sudah menyaksikan kenyataannya. Sapu lidi contoh kita. Bukankah sapu lidi berasal dari bersatunya sekian banyak lidi. Meskipun namanya sapu tetapi dia lebih dari sekedar alat pembersih. Dengan sapu lidi kita juga bisa menangkap lalat, kita bisa memukul orang atau binatang bahkan sampai menyakitkan.

Dengan sapu lidi kita bisa menjadikannya sebagai galah. Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita sebutkan, dan itu tidak akan terjadi dengan hanya sebuah lidi. Begitu juga dengan kelima jari kita. Betapa banyak yang bisa kita lakukan dengan bersatunya kelima jari kita, yang itu takkan terjadi bila dengan hanya sebuah jari.

Itu bukan ciptaan  kita, tetapi ciptaan Tuhan, pelajaran dari Tuhan bahkan itu perintah Tuhan. Artinya bila kita ingin hidup sentosa, ingin hidup bahagia, apalagi ingin membahagiakan orang lain, maka kita diperintah untuk bersatu. Sebaliknya crah agawe bubrah, bertengkar, bermusuhan, berpecah belah, jangan berharap kita dapat berbuat sesuatu yang mendatangkan manfaat.

Keseharian kita mempergunakan kayu untuk menopang hidup kita. Kayu itu adalah bersatunya jutaan atau miliaran bubuk atau serbuk kayu. Ada kohesi yang menyatukan mereka, sehingga kayu memiliki daya topang yang dahsyat. Coba kita melihat orang menggergaji kayu. Kita akan menyaksikan jutaan bahkan miliaran bubuk kayu yang jatuh, lemah dan tak ada kekuatan.

Mereka harus disatukan kembali agar menjadi kayu lapis atau bahan bangunan yang lain bila akan dimanfaatkan. Nah masihkah kita ingin kehilangan kekuatan? Masihkah kita ingin bercerai-berai? Masih adakah yang ingin menjadi gergaji yang memecah dan meruntuhkan kita? Na'udzu billahi min dzalik. Semoga Tuhan tetap mempersatukan kita da menjauhkan kita dari berpecah belah. Amin.

Mari kita baca S.3 Ali Imran ayat 103 yang artinya: Dan berpeganglah kalian pada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai. Dan ingatlah akan nikmat Allah ketika kalian dahulu bermusuh-musuhan maka Allah mempersatukan hati kalian , lalu karena nikmat Allah itu menjadilah kalian bersaudara.

Penulis adalah Ketua Umum MUI Jawa Tengah


(Red/CN40/SM Network)