• KANAL BERITA

Pengecoran Kalisari-Wulung Rampung Agustus

Arus lalu lintas jalan Kalisari-Wulung (Blora-Randublatung), diberlakukan buka-tutup.(suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Arus lalu lintas jalan Kalisari-Wulung (Blora-Randublatung), diberlakukan buka-tutup.(suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com – Proyek peningkatan jalan ruas jalan Blora-Randublatung  dimulai lagi dengan rigid beton itu sejauh lebih dari tiga kilometer. Pengecoran berada di dua lokasi di kawasan jembatan Desa Kalisari dan kawasan depan hutan kota Randublatung.

Proyek pengecoran ruas jalan Blora-Randublatung tahun dimulai sejak sebelum Idul Fitri diawali dengan perataan sejumlah bagian bahu dan badan jalan. Setelah rampung dilanjutkan dengan pengecoran.

Proyek dengan anggaran Rp 13 miliar harus rampung Agustus 2019.

 ‘’Sudah hampir dua pekan ini dilakukan pengecoran di ruas jalan Kalisari-Wulung (Blora-Randublatung),’’ ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Samgautama Karnajaya, Jumat (12/7).

‘’Sesuai kontraknya harus selesai Agustus. Proyek itu dari dana alokasi khusus (DAK),’’ tandas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora itu. Proyek pengecoran ruas jalan Blora-Randublatung dilakukan bertahap.

Menurutnya, sejak beberapa tahun lalu pengecoran dilakukan di sejumlah lokasi. Tak hanya di kawasan permukiman, pengecoran juga dilakukan di ruas jalan Blora-Randublatung yang masuk kawasan hutan jati.

‘’Untuk tahun ini dilanjutkan di lokasi yang berbeda sehingga nantinya jalan yang dicor itu saling menyambung ,’’ ungkapnya.

Selama pengecoran, arus lalu lintas ruas jalan Blora-Randublatung diberlakukan sistem buka tutup, lantaran ruas itu tergolong sempit atau hanya sekitar lima hingga enam meter. Satu lajur jalan dicor, sedangkan satu lajur lainya dilewati kendaraan secara bergantian dari satu arah.

‘’Terpaksa kami harus antre untuk bisa melewati ruas jalan yang di sebelahnya ada pengecoran. Kami memaklumi karena memang ruas jalannya diperbaiki,’’ kata Rusiyono salah seorang pengendara roda empat.

Sutiman warga Randublatung mengharapkan, seluruh ruas jalan Blora-Randublatung yang mencapai sekitar 40 kilometer bisa dicor beton. Selama ini ruas jalan aspal yang menghubungkan Blora dan Randublatung kerap mengalami kerusakan hampir setiap tahun. Apalagi, kata dia, jalur tersebut sering dilewati truk-truk pengangkut pasir Sungai Bengawan Solo.

‘’Kami tahu butuh anggaran besar untuk mengecor jalan. Makanya pengerjaannya dilakukan bertahap setiap tahun. Namun kami berharap semua jalan dicor sehingga tidak ada lagi bagian ruas jalan yang rusak di jalur Blora-Randublatung,’’ tandasnya. 


(Abdul Muiz/CN42/SM Network)