• KANAL BERITA

Koperasi Didorong Bertransformasi Jadi Go Digital

KOPERASI DIGITAL : Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah (kiri) bersama CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB), Subhan Novianda menunjukkan coopRASI, produk mobile application dan core system untuk koperasi digital pada acara Harkopnas 2019. (suaramerdeka.com / Puji Purwanto)
KOPERASI DIGITAL : Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah (kiri) bersama CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB), Subhan Novianda menunjukkan coopRASI, produk mobile application dan core system untuk koperasi digital pada acara Harkopnas 2019. (suaramerdeka.com / Puji Purwanto)

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Perkembangan teknologi yang kian pesat membuat koperasi harus adaptif dan dinamis dalam merespons berbagai tren serta perkembangan terbaru di tengah masyarakat.

Perubahan ini menjadi tantangan bagi koperasi. Koperasi harus segera mengadopsi teknologi informasi (TI) baik untuk manajemen maupun pelayanan anggota untuk mengahdapi kompetisi serta perilaku konsumen. "Solusinya (koperasi) harus  go digital ," kata CEO PT Sistim Digital Transaksi Indonesia (SDTI), Subhan Novianda di Purwokerto, Kamis (11/7).

Selain itu, sambung dia, inovasi model bisnis, dan koperasi perlu menjalin partner tepat dalam pemanfaatan teknologi. Penggunaan teknologi ini menjadi keniscayaan untuk mendukung kemajuan koperasi. Pada  event  Harkopnas 2019 di Purwokerto, PT SDTI, sebagai salah satu perusahaan inovasi yang dikembangkan PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) hadir memberikan solusi mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada dunia koperasi di Indonesia.

SDTI hadir sebagai bagian dalam proses pemanfaatan teknologi digital, khususnya di sektor koperasi. Sejalan dengan visi  "purpose driven innovation ", maka SDTI yakin mampu menghadirkan inovasi demi memperkuat eksistensi koperasi di seluruh Indonesia.

Teknologi digital yang dikenalkan insan koperasi ialah aplikasi coopRASI. Melalui aplikasi ini, semua alur pembukuan akan terintegrasi dengan baik sehingga permasalahan pembukuan yang kerap dialami tidak akan terjadi pada koperasi. Subhan menambahkan coopRASI menyediakan dua platform berbeda yaitu <I>mobile apps<P> untuk anggota dan  core system  untuk pengelola koperasi. Keduanya terintegrasi satu sama lain.

Subhan mengakui solusi dan layanan coopRASI dengan sistem  Software as a Service & Policy , di mana coopRASI menyediakan layanan aplikasi koperasi berbasis  cloud  atau  web base , meliputi  Core Cooperative System & Mobile Cooperative Application  untuk menunjang kegiatan operasional dan bisnis antara pengelola dan anggota koperasi.

Nilai tambah dari aplikasi ini, SDTI menyediakan jasa dalam menyusun konsep bisnis, proses yang akan diimplementasikan pada koperasi dan sebagai pendukung penyedia SOP dan kebijakan yang berkaitan dengan transaksi operasional dan sistem yang diterapkan.

Chairman Multi Inti Sarana (MIS Group) Tedy Agustiansjah, menambahkan, saat ini MIS Group mengembangkan teknologi di era digital, sehingga semua operasional dilakukan berdasarkan revolusi industri 4.0. Salah satunya coopRasi yang merupakan satu dari lima start up  yang dikembangkan MDB.

"Aplikasi  memiliki beragam fitur misalnya simpanan, pinjaman, dan melihat sisa hasil usaha melalui smartphone. Saya berharap aplikasi ini akan banyak digunakan dan memberi kemudahan bagi koperasi secara digital," kata Tedy.


(Puji Purwanto/CN26/SM Network)