• KANAL BERITA

Pemerintah Ajak Masyarakat Hidup Selaras dengan Alam

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PLHK) 2019, di Jakarta Convention Center, Kamis (11/9), didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, Sekjen KLHK, Bambang Hendroyono serta Dirjen Pengendalian dan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), RM Karliansyah.

Adapun tema PLHK 2019 adalah "Biru Langitku, Hijau Bumiku". Tema tersebut menggambarkan upaya Pemerintah, khususnya KLHK untuk terus mengendalikan polusi udara dan menjadikan bumi lebih hijau.

Jusuf Kalla mengatakan, pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang sangat cepat menimbulkan konsekuensi terjadinya peningkatan permintaan barang dan jasa serta peningkatan transportasi yang berbanding lurus dengan tingginya penggunaan bahan bakar fosil. Pembakaran yang kurang baik pada sektor transportasi menyumbang 70% pencemaran di perkotaan, disusul dengan sumbangan dari sektor industri. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas udara sehingga polusi udara telah muncul sebagai salah satu risiko kesehatan terkemuka di dunia.

Karena itu tegas Kalla, diperlukan pola hidup yang menyatu dengan alam. Hal tersebut dapat ditandai dengan seminimal mungkin melakukan aktivitas yang menghasilkan unsur yang dapat mencemari alam, misalnya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengurangi penggunaan plastik, sabun, detergen, atau bahan kimia lainnya, termasuk mengelola sampah dengan bijak.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehhutanan (LHK), Siti Nurbaya mengungkapkan, untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor, telah dilakukan upaya-upaya peralihan penggunaan bahan bakar bersih secara bertahap, pengalihan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke jenis angkutan umum massal, kebijakan pengetatan baku mutu emisi, dan pengembangan serta penambahan ruang terbuka hijau.

"Law enforcement serta dorongan perubahan teknologi mulai diterapkan pada sumber-sumber pencemar industri. Penyesuaian peraturan juga terus dilakukan berkaitan dengan standar emisi serta standar bahan bakar Euro-4," ujar Siti.


(Satrio Wicaksono/CN26/SM Network)