• KANAL BERITA

Penataan Kawasan Kumuh Libatkan Lurah

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SOLO, suaramerdeka.com – Para lurah di kawasan kumuh kategori ringan bakal dilibatkan dalam penataan kawasan kumuh di Kota Solo melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat.

Pelibatan para lurah untuk mengejar target penuntasan kawasan kumuh ringan tahun ini, 2019. Lurah diharapkan mampu mengkoordinasi potensi pemberdayaan di masing-masing kelurahan guna mendukung program penataan tersebut, sehingga upaya penataan kawasan kumuh berjalan optimal.

Koordinator Kotaku Kota Surakarta, Cornelius Tri Cahyo mengungkapkan, pihaknya telah mengundang 22 lurah dalam forum penguatan kapasitas di Balai Kota, Kamis (11/7). "Kami mengundang para lurah tersebut agar nantinya mereka bisa mengkoordinasi potensi yang ada, mulai lembaga hingga sumber dana," ujarnya.

Menurut dia, ke depan dana pengentasan kawasan kumuh tidak hanya bersumber dari Kotaku saja, melainkan juga sumber lain. Sebab pendanaan ini sifatnya kolaborasi. Ada pun 22 lurah yang dilibatkan merupakan perangkat di wilayah kategori kumuh ringan.

Menurut Cahyo, komitmen pemangku kepentingan di tingkat kelurahan itu dianggap penting agar penanganan kawasan kumuh bisa lebih optimal. "Tahun ini kami menargetkan penanganan kawasan kumuh ringan itu bisa tuntas," jelasnya.

Sementara untuk kawasan kumuh sedang dan berat, kemungkinan baru bisa selesai 2020. Di sisi lain, pelibatan lurah juga penting mengingat dana stimulan yang dikucurkan Kemen PUPR terus bertambah setiap tahun.

Pada 2017, dana stimulan itu berkisar Rp 12,1 miliar bagi penanganan kawasan kumuh di 26 kelurahan. Setahun berikutnya, stimulan itu bertambah menjadi 21,5 miliar bagi 33 kelurahan. "Tahun ini dana stimulannya Rp 28 miliar," terang Cahyo.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)