• KANAL BERITA

Tiga Harta yang Lebih Baik dari Emas dan Perak

Kajian Subuh di masjid Al Ikhlas Warak Dukuh Salatiga

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SALATIGA, suaramerdeka.com - Alquran diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril as secara berangsur-angsur atau bertahap. Tidak secara bongkokan langsung 30 juz. Karena Alquran selalu menjawab pertanyaan atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabat. Ada sebab turunnya ayat dan ada pelajaran dari setiap ayat yang turun.

Seperti ketika Rasulullah dan para sahabat sedang dalam safar, turunlah surat at Taubah ayat 34 yang berisi tentang orang-orang yang menyimpan emas dan perak namun tidak mau berinfaq dengan harta yang mereka miliki tersebut, maka kabarkan lah kepada mereka adzab Allah sangat pedih.

Para sahabat berkata, telah turun ayat tentang emas dan perak, lalu mereka berkata, ya Rasulullah andai ada harta yang lebih baik dari emas dan perak maka kami akan mengambilnya. Mendengar ucapan  sahabat kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda (ada, antara lain yg lebih baik dari emas dan perak); "Lisan yang berdzikir, hati yang  bersyukur, istri yang beriman yang membantunya atas keimanannya". (H.R At Tirmidzi).

Itu merupakan materi yang dipelajari bersama Ustadz Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat dengan para jamaah subuh berjamaah di masjid Al Ikhlas Warak Dukuh Salatiga, Minggu (7/7).

"Tidaklah perlu kita risau kalau kita tidak memiliki simpanan emas dan perak yang berkilo-kilo. Tidaklah perlu khawatir kalau kita tidak menyandang seorang yang kaya jutawan. Karena tidak setiap yang kaya berbanding lurus dengan kebahagiaan. Betapa banyak orang yang bergelimang harta namun hidupnya tidak enak dan tidak tenang," paparnya.

Seperti Orang Kaya

Ustadz Dwi menyampaikan, seperti orang kaya yang sendainya mau makan apa saja, sekalipun makanan yang paling mahal di dunia, bisa membelinya. Namun mereka harus dibatasi karena penyakit yang telah melekat pada dirinya. Tidak boleh makan manis kalau diabetes. Tidak boleh makan asin kalau asam urat. Tidak boleh makan yang bersantan, berminyak kalau-kalau kolesterol dan lain sebagainya.

"Tidak selamanya juga yang kaya raya selalu memiliki banyak amal Sholihnya. Nyatanya banyak yang berharta namun tidak pernah berinfaq, bersedekah, dan membantu meringankan kesulitan saudaranya. Ada yang berkecukupan dan sukses dalam usahanya, namun mereka lalai dari beribadah kepada Allah dengan alasan kesibukannya mencari maisyah atau penghasilan," kata dia.

Belum lagi nanti di akhirat di pengadilan Allah, mereka akan ditanya dua pertanyaan, dari mana harta itu engkau dapatkan dan untuk apa harta yang engkau dapatkan itu. Baru kalau mereka berhasil menjawab dan mempertanggungjawabkan dua hal tersebut baru mereka bisa melangkah kan kaki mereka. Betapa bertingkat hisab mereka kelak di hadapan Allah.

"Kalaulah kita tidak memiliki emas dan perak tersebut. Mari kita mencari tiga harta yang lebih baik dari emas dan perak, yaitu lisanan dzakiran/lisan yang selalu berdzikir kepada Allah, qolban syakiran/hati yang selalu bersyukur, dan zaujatan mu'minatan tu'inuhu 'ala imanuhu/istri-pasangan yang beriman yang selalu menjaga iman kita. Mari kita cari dan kita ambil tiga hal tersebut. Semoga kelak kita dimasukkan oleh Allah SWT ke surga-Nya," katanya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)